Mudik Gratis 2026 Pemkab Sumenep Pakai Mekanisme Penggantian Biaya Tiket
Pemkab Sumenep kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sumenep kembali hadirkan program mudik gratis menjelang Idulfitri 2026 untuk masyarakat, terutama perantau.
- Anggaran lebih dari Rp1 miliar disiapkan melalui Disperkimhub, dengan Rp260 juta untuk darat dan Rp860 juta untuk laut.
- Mekanisme mudik gratis tahun ini menggunakan penggantian biaya tiket, di mana masyarakat membeli tiket terlebih dahulu, kemudian diajukan ke pemerintah untuk diganti.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Program tersebut digagas untuk membantu warga, khususnya yang berada di perantauan, agar dapat pulang ke kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama keluarga.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), pemkab menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung program tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan bahwa anggaran tersebut difokuskan untuk membantu biaya tiket perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat maupun laut.
"Untuk transportasi darat kami menyiapkan sekitar Rp 260 juta, sedangkan untuk transportasi laut mencapai Rp 860 juta," kata Dzulkarnain, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, porsi anggaran transportasi laut lebih besar karena tingginya kebutuhan masyarakat kepulauan yang hendak pulang kampung menjelang Lebaran.
Pria yang akrab disapa Dzul itu menjelaskan, program mudik gratis telah mulai berjalan sejak Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Ledakan Dahsyat di Sumenep, 2 Warga Terluka dan Rumah Rusak Parah
Program tersebut akan terus dilaksanakan selama kuota tiket masih tersedia.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, konsep mudik gratis tahun ini menggunakan mekanisme penggantian biaya tiket.
Masyarakat terlebih dahulu membeli tiket melalui agen transportasi, kemudian tiket tersebut diajukan kepada pemerintah daerah untuk diganti biayanya.
"Jadi bukan diberikan secara langsung, tetapi tiket yang dibeli penumpang akan kami bayarkan kepada agen transportasi," ucapnya.
Ia mengungkapkan, sebelum memasuki bulan Ramadan, jumlah tiket yang telah dimanfaatkan masyarakat sudah mencapai lebih dari 2.000 lembar.
Sebagian besar tiket tersebut digunakan oleh para santri yang pulang ke kampung halaman.
| Petani Tembakau Resah, Maling Pompa Air Menghantui saat Awal Musim Tanam, Ada 10 Unit yang Hilang |
|
|---|
| Lima Tersangka Kasus BBM Subsidi di Sumenep Masih Bebas, Kejaksaan Buka Suara |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Terapis Spa Kuras Rekening Pelanggan Rp 1,2 M hingga Puluhan SPPG Sumenep Ditutup |
|
|---|
| Puluhan SPPG di Sumenep Ditutup Sementara, Distribusi MBG Terancam Terganggu hingga di Kepulauan |
|
|---|
| Pelaku Pembacokan di Pragaan Sumenep Masih Bebas, Keluarga Korban Soroti Kinerja Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kuota-pendaftaran-progam-balik-mudik-gratis-di-Kabupaten-Tuban.jpg)