Berita Viral

Harga BBM Tak Jadi Naik, Tapi Warga Sempat Resah Pengeluaran Bakal Makin Membengkak

Perbincangan soal potensi krisis moneter (krismon) juga mengemuka diperbincangkan di sejumlah warung kopi (warkop) pada Selasa (31/3/2026).

Tayang:
Editor: Torik Aqua
TRIBUNJATIM.COM/IMAM NAWAWI
HARGA BBM - Ilustrasi antrean di SPBU. Harga BBM dipastikan tidak naik, tapi warga telanjur resah. 
Ringkasan Berita:
  1. Warga Surabaya mulai khawatir dampak kenaikan BBM terhadap ekonomi.
  2. Obrolan krismon ramai dibahas di warkop kawasan Surabaya.
  3. Isu kenaikan BBM memicu kekhawatiran efek domino harga kebutuhan pokok.

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga di Surabaya, Jawa Timur telanjur resah dengan munculnya isu kenaikan harga BBM.

Di antaranya mengeluh pengeluaran akan membengkak imbas dari memanasnya konflik di Timur Tengah.

Perbincangan soal potensi krisis moneter (krismon) juga mengemuka diperbincangkan di sejumlah warung kopi (warkop) pada Selasa (31/3/2026).

Obrolan ringan yang biasanya bergeser menjadi arah politik dan ekonomi membuat mereka khawatir.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Akan Naik pada 1 April 2026, Simak Harga BBM SPBU di Indonesia

Berdasarkan pengamatan TribunJatim.com di lapangan, di beberapa warkop kawasan pusat kota hingga pinggiran Surabaya, isu krismon menjadi topik hangat di kalangan pelanggan.

Kekhawatiran muncul karena kenaikan harga BBM dinilai berpotensi memicu efek domino terhadap harga barang dan jasa, termasuk tarif transportasi dan bahan pangan.

Salah satu pelanggan warkop di kawasan Ngagel, Andi (39), mengaku mulai waspada terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Ia menilai, kenaikan harga BBM kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

"Kalau BBM naik, biasanya harga lain ikut naik. Kami khawatir kondisi ekonomi makin berat, apalagi situasi global juga belum stabil," ujarnya pada Selasa (31/3/2026).

Hal senada disampaikan Budi (41), warga Rungkut, yang mengaku sering mengikuti perkembangan ekonomi melalui pemberitaan dan media sosial.

Menurutnya, istilah krismon kembali mencuat karena masyarakat masih memiliki memori kuat terhadap krisis ekonomi pada masa lalu.

"Memang situasinya belum tentu sama, tapi kekhawatiran itu muncul karena pengalaman dulu. Harapannya, pemerintah bisa menjaga stabilitas harga," katanya.

Sementara pemilik salah satu warkop yang ada di kawasan Wonokromo, Syaiful, mengatakan pembicaraan soal kenaikan BBM mulai ramai sejak beberapa hari terakhir.

Menurutnya, sekarang pelanggan cenderung lebih sering membahas kondisi ekonomi dibanding topik hiburan.

"Biasanya ngobrol bola atau politik, tapi sekarang banyak yang bahas ekonomi. Mereka khawatir pengeluaran makin besar," ujar Syaiful.

Harga BBM tidak naik

Pemerintah angkat bicara mengenai isu kenaikan harga BBM.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memastikan jika BBM di seluruh Indonesia tidak mengalami kenaikan.

Hal ini juga meliputi BBM subsidi maupun yang non-subsidi.

Berarti, harga BBM seperti Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, Bio Solar Rp6.800 per liter, dan Pertamax berkisar antara Rp11.550 hingga Rp12.900 per liter, tergantung wilayah, dengan harga terendah berlaku di kawasan FTZ seperti Sabang.

Baca juga: Isu Kenaikan Harga BBM Jadi Sorotan di Sejumlah Warkop Surabaya, Warga Khawatir Pengeluaran Membesar

Dilansir dari Tribunnews, keputusan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, melalui pesan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Prasetyo mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Kementerian ESDM melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina.

Langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Presiden selalu menaruh perhatian besar pada daya beli masyarakat sebelum mengambil kebijakan strategis.

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan. Karena itulah, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi," ungkap Prasetyo.

Harga BBM Pertamina Terbaru di SPBU Seluruh Indonesia

Dengan adanya keputusan tersebut, maka harga BBM Pertamina terbaru per 1 April akan sama seperti harga yang dikeluarkan per 1 Maret 2026.

Sebab, Pertamina biasanya mengumumkan harga BBM setiap awal bulan, menyesuaikan dengan tren harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Namun, sesuai keputusan pemerintah, tidak ada perubahan harga untuk periode April 2026 sehingga masyarakat masih akan membeli BBM dengan tarif yang sama seperti bulan sebelumnya.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh produk BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex, serta tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar.

Konsumen di seluruh wilayah Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan harga BBM pada awal April 2026.

Selengkapnya, inilah daftar harga BBM Pertamina terbaru mulai dari Pertalite, Pertamax, Solar, hingga Dexlite di SPBU seluruh Indonesia, dikutip dari pertaminapatraniaga.com:

Aceh

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

FTZ Sabang

Pertamax: Rp11.550
Dexlite: Rp13.250
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Sumatera Utara

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Sumatera Barat

Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Dexlite: Rp14.800
Pertamina Dex: Rp15.100
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Riau

Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Dexlite: Rp14.800
Pertamina Dex: Rp15.100
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Kepulauan Riau

Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Dexlite: Rp14.800
Pertamina Dex: Rp15.100
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

FTZ Batam

Pertamax: Rp11.750
Pertamax Turbo: Rp12.400
Dexlite: Rp13.450
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Jambi

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Bengkulu

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Sumatera Selatan

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Bangka Belitung

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Lampung

Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

DKI Jakarta

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Banten

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Jawa Barat

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Jawa Tengah

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

DI Yogyakarta

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Jawa Timur

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Pertamax Green 95: Rp12.900
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

Bali

Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Bio Solar: Rp6.800

(daftar wilayah lainnya tetap sama tanpa perubahan isi)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved