Sosok KH Zainuddin Fannanie, Trimurti Pendiri Gontor yang Juga Birokrat

Sejak muda, KH Zainuddin Fannanie menempuh pendidikan yang memadukan sistem tradisional pesantren dan pendidikan modern.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/Gontor
PENDIRI - KH Zainuddin Fannanie, Trimurti pendiri pondok Gontor yang juga seorang birokrat. 

Ringkasan Berita:
  1. Zainuddin Fannanie, tokoh Gontor, pendidik sekaligus pejabat negara.
  2. Gontor Ponorogo dan berbagai kota jadi pusat perjalanan pendidikan dan karier.
  3. Kontribusi besar di pendidikan, pemerintahan, dan karya tulis Islam.

 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok KH Zainuddin Fannanie, yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus bagian dari Trimurti pendiri. 

Ia lahir di Gontor, Ponorogo, pada 23 Desember 1908 sebagai putra keenam Kyai Santoso Anom Besari.

Sejak muda, Zainuddin Fannanie menempuh pendidikan yang memadukan sistem tradisional pesantren dan pendidikan modern.

Dilansir dari laman resmi Gontor, KH Zainuddin Fannanie belajar di Sekolah Ongko Loro Jetis Ponorogo sambil mondok di berbagai pesantren seperti Josari, Termas Pacitan, hingga Siwalan Panji Sidoarjo.

Baca juga: Sosok KH Ahmad Sahal, Trimurti Pendiri dan Penggerak Pondok Modern Darussalam Gontor

Pendidikan formalnya kemudian berlanjut ke Hollandsche Inlandsche School (HIS), lalu ke kweekschool (sekolah guru) di Padang, dan dilanjutkan ke Leider School (sekolah pemimpin) di Palembang.

 Ia juga memperdalam kemampuan di bidang jurnalistik dan dakwah melalui Pendidikan Jurnalistik dan Tabligh School (Madrasah Muballighin) di Yogyakarta hingga selesai pada 1930.

Dalam perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai sosok pendidik sekaligus birokrat.

Ia pernah menjadi guru HIS (1926–1932), kemudian mengajar di School Opziener di Bengkulu hingga 1934. 

Perannya semakin luas ketika dipercaya menjadi Konsul Pengurus Besar Muhammadiyah Sumatera Selatan pada 1942, serta menjabat Kepala Penasehat Kepolisian Palembang hingga 1943.

Kariernya di pemerintahan terus berkembang.

Ia pernah menjabat di berbagai posisi strategis, seperti Kepala Kantor Keselamatan Rakyat di Palembang, Kepala Jawatan Bimbingan dan Perbaikan Sosial di Kementerian Sosial, Inspektur Kepala Inspeksi Sosial di Jawa Barat dan Sumatera Selatan, hingga Kepala Bagian Pendidikan Umum Kementerian Sosial. 

Puncaknya, ia juga pernah menjabat Kepala Kabinet Menteri Sosial dan Kepala Jawatan Pekerjaan Sosial, serta menjadi anggota BPP-MPRS hingga 1967.

Selain aktif di bidang pemerintahan dan pendidikan, K.H. Zainuddin Fannanie juga dikenal sebagai penulis.

Karya-karyanya seperti Senjata Penganjur dan Pemimpin Islam, Pedoman Pendidikan Modern, hingga Kursus Agama Islam menjadi rujukan penting, khususnya bagi pengembangan pendidikan di lingkungan Gontor.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved