Berita Viral

Rumah Mantan Polisi Dijarah Gerombolan Pemuda Tawuran, Penghuni Lapor Tapi Polisi Datang Terlambat

Rumah mantan polisi di Medan menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok pemuda yang diduga terlibat tawuran antarwarga.

Istimewa
PENJARAHAN RUMAH MANTAN POLISI - Horas Hutauruk (44), mantan polisi di Medan yang rumahnya menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok pemuda yang diduga terlibat tawuran antarwarga Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Horas sempat melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian namun personel terlambat untuk merespons. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah mantan polisi di Medan menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok pemuda yang diduga terlibat tawuran antarwarga.
  • Keluarga Horas trauma akibat peristiwa rumah mereka dijarah. Bahkan saat kejadian, istri dan anak Horas sempat diseret.
  • Horas sempat melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian namun personel terlambat untuk merespons.

 

TRIBUNJATIM.COM - Sekelompok pemuda diduga terlibat tawuran antarwarga di  Jalan Sicanang, Gang Bersama, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, Medan, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Aksi tawuran tersebut menimbulkan kerusakan dan penjarahan sejumlah rumah warga, termasuk rumah mantan anggota kepolisian bernama Horas Hutauruk (44).

Rumah Horas mantan polisi berada tepat di titik kumpul massa sehingga menjadi sasaran utama amukan saat tawuran.

Horas sempat melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian namun personel terlambat untuk merespons.

Keluarga Horas trauma akibat peristiwa rumah mereka dijarah. Bahkan saat kejadian, istri dan anak Horas sempat diseret.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda dari kawasan Pulau Ambon mendatangi wilayah Gang Bersama untuk melakukan tawuran.

Kedatangan mereka kemudian dihadang oleh pemuda setempat hingga terjadi bentrokan.

"Jadi datang massa ini disambut oleh pemuda sini sehingga terjadi pelemparan antara dua kubu," ujar Horas saat ditemui di kediamannya, Senin (6/4/2026), dikutip dari Tribun Medan via Tribunnews.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kepolisian, termasuk di bidang intelijen, Horas meyakini ada pihak tertentu yang berada di balik insiden tersebut.

"Saya punya insting, saya punya feeling. Ini ada aktor intelektual di baliknya," tegasnya.

Horas mengungkapkan, meski banyak warga menjadi korban lemparan batu, rumahnya mengalami kerusakan paling parah hingga dijarah.

Ia bahkan mengaku telah memberi peringatan kepada pihak kepolisian setempat sebelum kejadian.

"Saya panggil, mohon izin bang, mungkin malam ini akan jadi tawuran di tempat kami ini. Jangan sampai rumah saya jadi sasaran pelampiasan. Tapi terbuktikan," ungkapnya.

Saat kejadian, Horas bersama keluarganya hanya bisa berlindung di dalam rumah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved