Berita Viral
Prabowo Angkat Bicara usai Ramai Seruan Jatuhkan Presiden oleh Saiful Mujani
Prabowo menyebut jika pergantian pemerintah harus melalui aturan yang berlaku. Penggulingan presiden bukan melalui cara kekerasan.
Ringkasan Berita:
- Prabowo menegaskan pergantian pemerintah harus melalui jalur konstitusional dan damai.
- Pernyataan Saiful Mujani memicu polemik soal penggulingan presiden dan people power.
- Istana merespons santai, sementara Saiful menegaskan pernyataannya bukan makar.
TRIBUNJATIM.COM - Ramai isu soal seruan jatuhkan Prabowo oleh pengamat politik Saiful Mujani, membuat Presiden Prabowo Subianto angkat bicara.
Prabowo menyebut jika pergantian pemerintah harus melalui aturan yang berlaku.
Penggulingan presiden bukan melalui cara kekerasan.
Ia juga membandingkan dengan penggulingan presiden di masa lampau.
Baca juga: Presiden Prabowo Banjir Kritikan, Mahfud MD Tegaskan Hak Demokrasi Bukan Makar
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menanggapi soal isu penggulingan presiden di hadapan para jajaran Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana, Rabu (8/4/2026).
Adapun, isu pemakzulan terhadap pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mencuat kembali pada awal April 2026 setelah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyebutkan jika presiden sudah tidak bisa dinasihati, satu-satunya cara adalah mencopotnya.
Dengan bahasa demikian, hal tersebut pun dianggap provokatif seperti people power. Pernyataan ini kemudian memicu reaksi keras dari elite partai pendukung serta para relawan dan buzzer pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prabowo akhirnya buka suara dan menegaskan bahwa usulan pergantian pemerintahan itu sebenarnya tidak ada masalah, tetapi harus melalui mekanisme konstitusional.
Dalam sistem demokrasi, kata Prabowo, masyarakat memiliki hak untuk mengganti pemerintahan yang dinilai tidak baik, asalkan melalui jalur resmi.
"Kita telah memilih bernegara secara demokrasi. Demokrasi kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu, ada mekanismenya," jelas Prabowo, Rabu.
"Dengan baik, dengan damai, bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment (pemakzulan), tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran, ada salurannya, DPR, MK, MPR, dilakukan, tidak masalah," papar Prabowo.
Prabowo lantas menyinggung bahwa pergantian presiden ini juga pernah terjadi di masa lampau dan berlangsung dengan damai.
Seperti pergantian Presiden pertama Soekarno, Presiden kedua Soeharto, dan Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses, tidak melalui kekerasan," ujarnya.
| Sosok dan Rekam Jejak Siti Nurhasanah, Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Imbas Laporan Foto AI |
|
|---|
| Fahrozi Bunuh dan Mutilasi Ibunya karena Tak Dapat Uang untuk Slot, Bayar Penggali Lubang Rp300 Ribu |
|
|---|
| Pengakuan Siswa SMA yang Ngaku Dicopot dari Ketua OSIS karena Kritik MBG, Akui Tak Ada Kudeta |
|
|---|
| 6 Bulan Guru PPPK Belum Digaji, Syok Isi Kontrak Kerja Diubah Sepihak, Upah Anjlok Jadi Rp250 Ribu |
|
|---|
| Ambil Kas Desa yang Ditabung Sejak Tahun 1995, Warga Patungan Rp 75 Juta untuk Perbaiki Jalan Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Presiden-RI-Prabowo-Subianto-tanggapi-seruan-jatuhkan-Prabowo.jpg)