Berita Viral

Pesan Prabowo Kepada Penghujatnya: Tak Mau Ikut Bangun, Tapi Terus Mengkritik

Prabowo belakangan menanggapi pengkritiknya yang tak mau ikut bangun negeri tetapi hanya sering berkomentar dan mengkritik kinerja.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
BPMI Setpres
KRITIK - Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan taklimat dalam rapat kerja kepada anggota Kabinet Merah Putih di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prabowo dalam pidatonya juga menyinggung soal penghujatnya yang kerap kali mengkritik tetapi tanpa ada aksi membangun yang nyata. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menganggap bahwa kritik merupakan sebuah peringatan yang membuatnya waspada.
  • Prabowo sekali lagi menyampaikan bahwa kritikan tersebut sebagai bentuk peringatan dari pihak lain terhadap kinerja pemerintahannya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kritik dan hujatan terhadap Prabowo memang kerap muncul di tengah masyarakat.

Baik di media sosial maupun di antara perbincangan soal politik.

Dalam kesempatan Rapat Kerja Pemerintah terbaru, Prabowo mendadak menyinggung soal penghujatnya.

Presiden Prabowo Subianto menganggap bahwa kritik merupakan sebuah peringatan yang membuatnya waspada.

Diterima

Menurut Presiden RI, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang harus disampaikan secara bertanggung jawab.

"Nanti kita terima koreksi-koreksi itu. Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada," ujar Prabowo dalam taklimatnya di hadapan anggota Kabinet Merah Putih, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Kamis.

Kendati demikian, ia mengaku heran ada kelompok-kelompok yang enggan ikut bekerja, tetapi hobi melayangkan kritik.

Prabowo bilang, fenomena ini juga terjadi ketika ia memutuskan untuk membangun jembatan di desa-desa.

"Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan, ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa, boleh kritik, boleh," kata Prabowo.

"Hanya saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau membangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik. 'Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah'. Salah saja," sambungnya.

Kritik balik penghujatnya

Kepala Negara mengatakan, jembatan-jembatan itu tidak dapat selesai dibangun jika dikritik sedikit demi sedikit.

Di sisi lain, ia menyatakan, membangun jembatan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan warga desa yang selama ini sulit menyebrangi sungai.

"(Mereka bilang) 'Goblok kamu. Kamu mau bikin jembatan, goblok.' Iya, saya goblok, tapi rakyat ini desa minta jembatan, saya bangun jembatan, untuk rakyat kita," tegas Prabowo.

Kendati demikian, ia sekali lagi menyampaikan bahwa kritikan tersebut sebagai bentuk peringatan dari pihak lain terhadap kinerja pemerintahannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved