Berita Viral

Farras Siswa Lulusan SMA Favorit Banting Setir Ikut Pelatihan Las, Optimis Dapat Kerja

Seorang siswa SMA favorit di Kota Bekasi ternyata justru banting setir ikut pelatihan karena menganggur sejak lulus tahun 2023 silam.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA
TAK DAPAT KERJA - Farras Armadana (21) salah satu peserta pelatihan vokasional bidang pengelasan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Kamis (9/4/2026). Faras adalah lulusan SMA unggulan di kotanya, tetapi kesulitan cari kerja sejak 2023. 

Ringkasan Berita:
  • Farras Armadana (21), lulusan jurusan IPS dari SMA Negeri 1 Kota Bekasi, bahkan harus mencari alternatif dengan mengikuti berbagai pelatihan.
  • Lulus dari sekolah menengah atas favorit tidak selalu menjamin kemudahan mendapatkan pekerjaan.
  • Farras sempat bercita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, impian tersebut harus ia relakan demi fokus mencari pekerjaan agar tidak membebani orang tuanya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Siswa dari sekolah menengah atas unggulan atau favorit di Kota Bekasi ternyata masih kesulitan mendapat pekerjaan.

Lulus dari sekolah menengah atas favorit tidak selalu menjamin kemudahan mendapatkan pekerjaan.

Farras Armadana (21), lulusan jurusan IPS dari SMA Negeri 1 Kota Bekasi, bahkan harus mencari alternatif dengan mengikuti berbagai pelatihan.

Ketatnya persaingan dan tuntutan pengalaman kerja membuat banyak lulusan baru harus mencari jalur alternatif untuk meningkatkan keterampilan, termasuk melalui pelatihan vokasi.

Sejak 2023

Kondisi itu dialami Farras Armadana (21), lulusan jurusan IPS dari SMA Negeri 1 Kota Bekasi, yang berjuang menembus dunia kerja sejak lulus pada 2023.

Berbagai lamaran telah ia kirimkan ke sejumlah perusahaan di wilayah Jabodetabek, namun belum membuahkan hasil.

“Saya sangat kesulitan mencari kerja, apalagi saya background-nya lulusan dari jurusan IPS,” ujar Farras kepada Kompas.com saat ditemui di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Kamis (9/4/2026), dikutip TribunJatim.com, Jumat (10/4/2026).

Menurut Farras, salah satu tantangan terbesar bagi lulusan baru adalah persyaratan yang ditetapkan perusahaan, seperti batasan usia dan pengalaman kerja. Kondisi tersebut membuat banyak fresh graduate kesulitan memasuki dunia kerja.

“Karena yang kita tahu, Indonesia itu kesulitannya dari usia, lalu harus mempunyai pengalaman kerja minimal setahun atau dua tahun. Jadi yang fresh graduate juga kesusahan, apalagi kadang diminta yang sudah memiliki pengalaman,” jelasnya.

Baca juga: Pria Sidoarjo Ditangkap Usai Menyalahgunakan BBM Subsidi, Modifikasi Mobil untuk Sedot Pertalite

Kunci pada keterampilan

Ia menambahkan bahwa perusahaan cenderung mencari kandidat yang siap kerja dan memiliki berbagai keterampilan.

“Perusahaan juga maunya cari yang cepat. Mereka pilih kandidat yang serba bisa, istilahnya yang mempunyai skill,” katanya.

Menyadari pentingnya keterampilan di dunia kerja, Farras kemudian mengikuti pelatihan vokasional yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di BBPVP Kota Bekasi.

Ia memilih bidang welding (pengelasan) karena melihat peluang kerja yang menjanjikan di sektor teknik.

Farras memilih bekerja di luar bidang studinya karena menilai sektor teknik memiliki prospek lebih stabil dan sulit tergantikan oleh perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved