Perang Iran vs Israel Amerika

Kapal Tankernya Santai Lewati Selat Hormuz, China Tanggapi Aksi Blokade Amerika Serikat

Kapal Tanker China dikabarkan aman-aman saja melewat Selat Hormuz saat terjadi aksi blokade oleh Amerika Serikat di perairan laut tersebut.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Tribunnews/X/@Sec_Noem
LEWATI SELAT HORMUZ - Gambar yang menunjukkan kapal tanker minyak yang disita oleh Amerika Serikat pada 20 Desember 2025, di dekat Venezuela, dalam video yang dipublikasikan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem. Kini dalam Perang Iran vs Amerika Serikat Israel, Selasa (14/4/2026), kapal tanker milik China tetap bisa melewati Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Rich Starry diketahui merupakan kapal tanker berukuran menengah (medium-range) yang tengah mengangkut sekitar 250.000 barel metanol.
  • Pemerintah China menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
  • Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan pihaknya berharap semua pihak menahan diri dan tetap berkomitmen pada penyelesaian damai.

 

TRIBUNJATIM.COM - China memiliki sebuah kapal tanker yang ternyata masuk dalam daftar kapal yang dilaporkan akan diblokade Amerika Serikat (AS).

Namun, hingga saat ini, Selasa (14/4/2026) kapal yang berawakkan warga negara China itu tetap dapat melintasi Selat Hormuz dengan santai.

Tak ada pergerakan esktrem dari AS, meski Washington sebelumnya menyatakan akan memblokade jalur strategis tersebut.

Dikutip TribunJatim.com dari laporan terbaru via Kompas.com, Selasa, data pelacakan pelayaran dari LSEG, MarineTraffic, dan Kpler menunjukkan kapal tanker bernama Rich Starry berhasil melewati selat sempit yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia itu.

Kapal ini bahkan menjadi yang pertama keluar dari kawasan Teluk sejak kebijakan blokade diumumkan.

Rich Starry santai melewati Selat Hormuz

Rich Starry diketahui merupakan kapal tanker berukuran menengah (medium-range) yang tengah mengangkut sekitar 250.000 barel metanol.

Muatan tersebut diambil dari pelabuhan terakhirnya di Hamriyah, Uni Emirat Arab.

Sebagaimana dilansir Reuters, kapal ini dimiliki oleh perusahaan pelayaran Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena diduga terlibat dalam aktivitas perdagangan dengan Iran.

Hingga saat ini, pihak perusahaan disebut belum memberikan tanggapan resmi terkait pelayaran tersebut.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa seluruh awak kapal Rich Starry merupakan warga negara China.

Baca juga: Penampakan Drone Milik China yang Ditemukan Nelayan Lombok, Australia dan AS Ikut Mengawasi

China sempat tanggapi blokade AS

Sebelumnya, China sendiri sempat menegaskan bahwa rencana blokade di Selat Hormuz tidak sejalan dengan kepentingan komunitas internasional.

Sikap ini disampaikan Beijing di tengah meningkatnya ketegangan menyusul rencana AS untuk membatasi lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran.

Pemerintah China menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Tanpa secara langsung menyebut Amerika Serikat, Beijing mengisyaratkan bahwa langkah-langkah sepihak berpotensi memperburuk situasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved