Berita Viral
Polemik War Tiket Haji, MUI Ingatkan Potensi Calo Hingga Nasib Jemaah yang Antre
MUI mengingatkan potensi calo hingga nasib jemaah telanjur antre. Wacana war tiket haji sebelumnya diungkap oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Ringkasan Berita:
TRIBUNJATIM.COM - Wacana war tiket haji kini membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara.
MUI mengingatkan adanya potensi calo hingga nasib jemaah yang telanjur antre.
Wacana war tiket haji sebelumnya diungkap oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis kebijakan ini harus dikaji mendalam agar tak ada persoalan baru yang muncul.
Baca juga: Tak Perlu Tunggu di Arab Saudi, Kartu Nusuk Jemaah Haji Kini Dibagikan dan Diaktivasi di Embarkasi
Hal ini terutama terkait keadilan bagi jutaan calon jemaah yang telah mengantre.
Menurut Kiai Cholil, antrean haji yang saat ini mencapai sekitar 5 juta orang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam setiap wacana perubahan sistem.
"Ya, saya pikir wacana ini perlu dikaji mendalam karena banyak faktor yang harus diselesaikan. Pertama, berkenaan dengan antrean panjang 5 juta orang itu harus dipikirkan berkenaan dengan hak mereka, keadilan mereka," ujar Cholil usai acara Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idulfitri 1447 H Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam.
Aspek regulasi, menurut Cholil, menjadi unsur krusial yang perlu diperhatikan.
Saat ini, Cholil mengatakan pemerintah telah memiliki kerangka kelembagaan yang jelas, termasuk keberadaan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta pengelolaan dana oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Kalau itu nanti war ticket, apakah pasti tidak ada antrean lagi dan itu berefek kepada orang yang antre panjang itu?" ucapnya.
Berpotensi Memunculkan Calo
Selain itu, Cholil mengingatkan potensi munculnya praktik percaloan jika sistem war ticket diterapkan.
Menurut dia, mekanisme berburu tiket secara terbuka justru bisa membuka celah bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.
"Mungkin saja dengan antrean yang panjang sekarang dia mampu, 10 tahun yang akan datang dia tidak mampu, baik fisik maupun finansial, sehingga memang ada plus minusnya," katanya.
Kiai Cholil juga mengingatkan agar wacana tersebut tidak mengganggu fokus pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun berjalan.
Tuai kontroversi
| Orangtua Mahasiswa FH UI yang Lakukan Pelecehan Diduga Salahkan Penyebar Grup Chat, Sebut Bola Liar |
|
|---|
| Warga Bulak Rukem Dapat Rp 8,4 M dari Perdagangkan Sisik Trenggiling, Tampung 140 Kg di Rumahnya |
|
|---|
| Sosok Supriadi Napi Korupsi Rp 233 M yang Ketahuan Ngopi dan Jalan-jalan, Rutan: Keluar untuk Sidang |
|
|---|
| Nasabah Koperasi Rugi Rp 9,23 M setelah Tergiur Investasi Bodong, Diimingi Bunga hingga 1,5 Persen |
|
|---|
| 42 Tahun Keliling Jualan Es Puter, Kakek Ili Bisa Naik Haji setelah Nabung 2 Dekade Bersama Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suasana-di-Masjidil-Haram-Makkah.jpg)