Berita Viral

Permintaan Melonjak Imbas Kebijakan Bupati, LPG Non Subsidi di Lumajang Langka

Kelangkaan itu diakibatkan permintaan yang melonjak. Bahkan laporan dari agen penyalur, permintaan elpiji non subsidi melonjak 100 persen.

Editor: Torik Aqua
Satreskrim Polres Gresik
ELPIJI - Ilustrasi elpiji non subsidi. Elpiji di Lumajang mengalami kelangkaan, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Bonni Momenta ungkap lonjakan permintaan LPG non subsidi.
  2. Lumajang alami kelangkaan akibat distribusi terbatas.
  3. Permintaan naik 100 persen usai larangan LPG subsidi.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kelangkaan LPG non subsidi di Lumajang, Jawa Timur membuat warga merasakan dampak.

Kelangkaan itu diakibatkan permintaan yang melonjak.

Bahkan laporan dari agen penyalur, permintaan elpiji non subsidi melonjak 100 persen.

Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Pemkab Lumajang, Bonni Momenta.

Baca juga: Teriakan Farikatun saat Hendak ke Kamar Mandi, Tetangga Dobrak Pintu Rumah

Menurutnya, hal itu merupakan efek domino kebijakan Bupati Lumajang yang melarang masyarakat ekonomi menengah ke atas hingga pengusaha mengunakan elpiji subsidi.

"Masyarakat yang tidak boleh mengunakan elpiji subsidi beralih ke non subsidi. Jadi permintaan elpiji non subsidi meningkat," ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Bonni mengaku telah berkoordinasi dengan Pertamina atas kondisi ini, supaya alokasi LPG 5,5 kilogram dan 12 kilogram ditambah untuk wilayah Lumajang.

"Kami juga sudah minta pasokan untuk Elpiji non subsidi. Terus kami juga telah ngecek stok," bebernya.

Selain itu agen resmi elpiji non subsidi di Lumajang hanya ada satu.

Kata Bonni, hal itu membuat saluran distribusi barang ini pun juga cukup terbatas.

"Karena kan kemarin sedikit yang gunakan elpiji non subsidi, pihak tertentu. Seperti resto besar dan juga dapur MBG," katanya.

Namun setelah Pemkab Lumajang melarang pengunaan elpiji subsidi, kata Bonni, banyak anggota tentara Nasional Indonesia (TNI) pun beralih gunakan tabung non subsidi.

"Info TNI juga beralih ke non subsidi, begitu juga kami ada imbauan, khususnya yang PNS, juga untuk gunakan non subsidi," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rehadi, masih melakukan pemantauan permintaan elpiji non subsidi di wilayah Kota Pisang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved