Berita Viral

Nenek Sudah Bayar Rp150 Ribu, Ponselnya Malah Dikasih Tukang Servis ke Orang Lain

Seorang nenek di Medan kesulitan mengambil ponsel dari teknisi, aksinya mendapat perhatian luas di media sosial.

Tayang:
Dokumen warga
KEHILANGAN PONSEL - Seorang nenek di Medan kesulitan mengambil ponsel dari teknisi, aksinya mendapat perhatian luas di media sosial. Nenek mengaku sudah membayar Rp150 ribu, namun teknisi sulit ditemui dan ponsel sempat berpindah tangan, Sabtu (25/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang nenek di Medan kesulitan mengambil ponsel dari teknisi, aksinya mendapat perhatian luas di media sosial.
  • Nenek mengaku sudah membayar Rp150 ribu, namun teknisi sulit ditemui dan ponsel sempat berpindah tangan.
  • Setelah penelusuran Pemuda Pancasila bersama rekannya, ponsel akhirnya ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya dengan selamat.

 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang nenek di Medan kesulitan mengambil ponselnya yang telah diservis padahal sudah membayar Rp150.000.

Ponsel milik sang nenek justru beralih ke tangan orang lain.

Sang nenek pun mengadu ke Pemuda Pancasila.

Setelahnya, anggota Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila, Taufik (58), menjadi sorotan setelah membantu nenek tersebut yang kesulitan mengambil ponselnya dari teknisi di Kota Medan.

Aksi tersebut viral di media sosial setelah foto Taufik saat menerima keluhan warga beredar luas.

"Saya iba lihat ibu ini. Saya seperti melihat ibu saya. Gak tega saya. Makanya saya menolong mereka," kata Taufik saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Ciri-ciri Pelaku Percobaan Penjambretan Tas Nenek-nenek Isi Rp60 Juta di Ponorogo, Dicari Polisi

Baca juga: Pilunya Nasib Nenek 84 Tahun di Bojonegoro, Emas 34 Gram untuk Haji Malah Lenyap Ditipu Orang 

Nenek Mengadu ke Pos Penjagaan

Peristiwa itu bermula pada Kamis (16/4/2026), saat Taufik bertugas menjaga Kantor Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Medan di Jalan Sutrisno.

Seorang nenek datang bersama cucunya untuk mengadukan masalah ponsel yang tidak kunjung dikembalikan oleh teknisi berinisial P.

Nenek tersebut mengaku telah menyerahkan ponsel untuk diperbaiki dan membayar Rp 150.000, namun teknisi tidak dapat ditemui kembali.

Taufik kemudian menghubungi rekannya, Juarsa Tarigan (44), untuk membantu menelusuri keberadaan teknisi tersebut.

Namun, saat didatangi, teknisi P tidak berada di lokasi.

Beberapa hari kemudian, nenek tersebut kembali datang dan mendapati teknisi berada di tempat.

Juarsa kemudian mendatangi teknisi dan menelusuri keberadaan ponsel tersebut.

Baca juga: Uang Rp 30 Juta dan Emas 50 Gram Hilang, Nenek Tarsiah 72 Tahun Tewas Terikat Kerudung

Ponsel sempat Berpindah Tangan

Dari hasil penelusuran, diketahui ponsel tersebut berada pada seseorang berinisial B.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved