Berita Terpopuler

Viral Terpopuler: Daftar Negara yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz Hingga Reshuffle Kabinet Prabowo

Berita menarik dimulai dari daftar negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Selanjutnya ada reshuffle kabinet Prabowo.

Editor: Torik Aqua
kolase/Istimewa
VIRAL TERPOPULER: Daftar negara yang diizinkan lewat Selat Hormuz hingga reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto. 

Ringkasan Berita:
  1. Iran Buka Selektif Selat Hormuz, Indonesia Masih Tunggu Kepastian. Iran mulai membuka jalur Hormuz secara terbatas, Indonesia masih dalam tahap negosiasi.
  2. Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Daftar Pejabat Baru. Prabowo merombak kabinet dengan menunjuk pejabat baru di posisi strategis.
  3. Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo, 4 Tewas dan Puluhan Luka. Kecelakaan kereta di Bekasi Timur sebabkan korban jiwa dan puluhan luka.

 

TRIBUNJATIM.COM - Berita terpopuler di TribunJatim.com yang terangkum dalam viral terpopuler pada Selasa 28 April 2026.

Sejumlah berita menarik tersaji di Tribun Jatim.

Berita menarik dimulai dari daftar negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Selanjutnya ada reshuffle kabinet Prabowo.

Hingga kecelakaan KRL dengan kereta api.

Berikut selengkapnya.

Daftar negara yang bisa lewat Selat Hormuz

Akhirnya Iran merilis daftar negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Diketahui, Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi energi internasional berubah menjadi panggung tarik-menarik kepentingan antara kekuatan besar, di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
 
Namun, akhirnya Iran mengumumkan daftar negara yang dianggap “bersahabat” dan diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, yang turut berdampak pada stabilitas energi dunia.

Baca juga: Penyebab 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Menlu: Banyak Negara Tolak Ada Pungutan

Sebelumnya, Teheran sempat menutup seluruh akses pelayaran di selat tersebut.

Namun, dalam perkembangan terbaru, Iran mulai melonggarkan kebijakan tersebut dengan memberikan izin terbatas kepada negara tertentu untuk tetap menjalankan aktivitas ekspor. Kebijakan ini dilaporkan oleh media Inggris, Express, pada Jumat (27/3/2026).

Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menunda ancamannya untuk menghancurkan fasilitas energi Iran sebagai respons atas situasi tersebut.

Dampak Global: Energi dan Ekonomi dalam Tekanan

Ketegangan ini tidak hanya menjadi konflik regional, tetapi juga mengguncang stabilitas pasar global.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved