Perang Iran vs Amerika Mereda, Kini Giliran Perompak Somalia yang Beraksi, WNI Pernah Jadi Korban
Situasi perang Iran vs Amerika dan Israel kini bisa dianggap mereda. Meski demikian, ada hal lain yang masih jadi sorotan.
Ringkasan Berita:
- Konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda mereda. Presiden Donald Trump menyebut adanya pembicaraan positif dengan Iran dan peluang tercapainya kesepakatan damai, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Di tengah meredanya ketegangan Timur Tengah, aksi perompakan di perairan Somalia justru meningkat. Empat WNI ABK kapal MT Honour 25 menjadi korban pembajakan pada April 2026
TRIBUNJATIM.COM - Situasi perang Iran vs Amerika dan Israel kini bisa dianggap mereda.
Meski demikian, ada hal lain yang masih jadi sorotan.
Yaitu aksi para perompak, atau bajak laut di Somalia.
Dilansir dari Tribunnews, perang di Timur Tengah antara Iran dengan Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) memperlihatkan tanda-tanda akan mulai reda.
Presiden AS Donald Trump mengatakan telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran selama 24 jam terakhir.
"Dan sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," katanya dikutip dari AFP, Kamis (7/5/2026).
Sementara Iran meninjau proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan secara resmi mengakhiri perang.
Tanda-tanda positif kedua pihak yang berseteru dapat kembali ke meja perundingan setelah Presiden Trump menghentikan operasi militer singkat untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan alasan harapan akan tercapainya kesepakatan.
Baca juga: Amerika Ungkap Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Hancur
Perampokan di Somalia Merajalela
Jika tanda-tanda perdamaian mulai muncul di Timur Tengah khususnya di Selat Hormuz namun tidak demikian halnya dengan peraian di wilayah Afrika.
Bulan lalu, empat Warga Negara Indonesia atau WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) dari kapal MT Honour 25 yang dibajak oleh perompak saat berlayar di perairan Hafun, Somalia.
Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu (22/4/2026) lalu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026) menyatakan proses penanganan kejadian pembajakan kapal oleh perompak Somalia masih terus dilakukan.
Perampokan Terbaru di Perairan Somalia
Pekan lalu perompak Somalia membajak kapal Fahad-4, Emirat yang bermuatan lemon.
Namun kemarin para perompak itu meninggalkan kapal di laut setelah gagal menggunakan kapal tersebut untuk menyerang kapal lain, demikian sumber keamanan di negara bagian Puntland, Somalia, mengatakan kepada AFP.
| Pendapatannya Rp 500 Ribu Sebulan, Any Guru Honorer Tetap Semangat Ngajar dan Hidupi 3 Anak |
|
|---|
| Pesan Prabowo ke Purbaya setelah Rupiah Melemah: Uang Saya Banyak, Nggak Usah Takut |
|
|---|
| Pelatih Madura United Beberkan Kunci Solidnya Lini Pertahanan: Saya Lebih Berpikir Logis |
|
|---|
| Amerika Ungkap Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Hancur |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Saldo Rp 452 Juta Lenyap karena Chat 'Salah Sambung' hingga Imam Masjid Dikeroyok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-perampok-Somalia.jpg)