Perang Iran vs Amerika Mereda, Kini Giliran Perompak Somalia yang Beraksi, WNI Pernah Jadi Korban

Situasi perang Iran vs Amerika dan Israel kini bisa dianggap mereda. Meski demikian, ada hal lain yang masih jadi sorotan.

Tayang:
Editor: Januar
Istimewa/Youtube: Tribun Jogja
Ilustrasi perampok Somalia 

Ringkasan Berita:
  • Konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda mereda. Presiden Donald Trump menyebut adanya pembicaraan positif dengan Iran dan peluang tercapainya kesepakatan damai, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Di tengah meredanya ketegangan Timur Tengah, aksi perompakan di perairan Somalia justru meningkat. Empat WNI ABK kapal MT Honour 25 menjadi korban pembajakan pada April 2026

 

TRIBUNJATIM.COM - Situasi perang Iran vs Amerika dan Israel kini bisa dianggap mereda.

Meski demikian, ada hal lain yang masih jadi sorotan.

Yaitu aksi para perompak, atau bajak laut di Somalia.

Dilansir dari Tribunnews, perang di Timur Tengah antara Iran dengan Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) memperlihatkan tanda-tanda akan mulai reda.

Presiden AS Donald Trump mengatakan telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran selama 24 jam terakhir.

"Dan sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," katanya dikutip dari AFP, Kamis (7/5/2026).

Sementara Iran meninjau proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan secara resmi mengakhiri perang.

Tanda-tanda positif kedua pihak yang berseteru dapat kembali ke meja perundingan setelah Presiden Trump menghentikan operasi militer singkat untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan alasan harapan akan tercapainya kesepakatan.

Baca juga: Amerika Ungkap Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Hancur

Perampokan di Somalia Merajalela

Jika tanda-tanda perdamaian mulai muncul di Timur Tengah khususnya di Selat Hormuz namun tidak demikian halnya dengan peraian di wilayah Afrika.

Bulan lalu, empat Warga Negara Indonesia atau WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) dari kapal MT Honour 25 yang dibajak oleh perompak saat berlayar di perairan Hafun, Somalia

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu (22/4/2026) lalu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026) menyatakan proses penanganan kejadian pembajakan kapal oleh perompak Somalia  masih terus dilakukan.

Perampokan Terbaru di Perairan Somalia

Pekan lalu perompak Somalia membajak kapal  Fahad-4, Emirat yang bermuatan lemon.

Namun kemarin  para perompak itu meninggalkan kapal di laut setelah gagal menggunakan kapal tersebut untuk menyerang kapal lain, demikian sumber keamanan di negara bagian Puntland, Somalia, mengatakan kepada AFP.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved