Berita Viral

Sosok Mantan Istri Artis Jadi Model Sindikat Love Scamming Rp41,1 Miliar

Seorang perempuan berinisial F diduga berperan sebagai model dalam kasus love scamming Rp41,1 miliar. Ia diduga mantan istri artis.

Tayang:
Dok. Polda Jateng via Tribun Jateng
LOVE SCAMMING - Sindikat penipuan love scamming menjalankan modus pig butchering dengan membangun hubungan asmara palsu melalui aplikasi kencan dan media sosial. Seorang perempuan berinisial F diduga berperan sebagai model yang melakukan video call untuk meyakinkan korban bahwa identitas pelaku adalah nyata. F disebut sebagai mantan istri dari seorang artis, Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sindikat penipuan love scamming menjalankan modus pig butchering dengan membangun hubungan asmara palsu melalui aplikasi kencan dan media sosial.
  • Seorang perempuan berinisial F diduga berperan sebagai model yang melakukan video call untuk meyakinkan korban bahwa identitas pelaku adalah nyata.
  • F disebut sebagai mantan istri dari seorang artis.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus dugaan penipuan berkedok hubungan asmara (love scamming) yang beroperasi di wilayah Sukoharjo dan Surakarta, Jawa Tengah, mengungkap keterlibatan seorang perempuan berinisial F.

Berdasarkan sejumlah ciri fisik yang terlihat, seperti tato salib di bagian leher dan beberapa tato lain di tangan, muncul dugaan sosok F adalah Fabiola Elizabeth.

Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi terkait identitas perempuan tersebut.

Mantan Istri Artis

Fabiola Elizabeth diketahui pernah menjadi istri dari Reza Smash. 

Keduanya menikah pada September 2018 sebelum akhirnya bercerai pada 2020.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyebut F memiliki peran penting dalam menjalankan modus penipuan.

Perempuan yang disebut berasal dari kalangan mantan artis atau figur publik itu diduga bertugas melakukan panggilan video dengan para korban yang berada di luar negeri.

Video call tersebut digunakan untuk meyakinkan korban orang yang selama ini berkomunikasi dengan mereka adalah sosok yang nyata, sehingga korban semakin percaya dan mudah terjebak dalam skenario yang telah disusun para pelaku.

Saat mengungkap kasus tersebut, polisi juga memperlihatkan sejumlah barang bukti, mulai dari puluhan ponsel, komputer, monitor, laptop, hingga buku panduan percakapan yang digunakan untuk mendekati dan memanipulasi korban melalui aplikasi kencan maupun media sosial.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan F berperan sebagai model yang tampil ketika korban meminta verifikasi identitas melalui panggilan video.

Menurutnya, tim pemasaran bertugas mencari dan membangun komunikasi dengan calon korban, sementara F berfungsi memperkuat kepercayaan korban dengan tampil langsung saat video call berlangsung.

"Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban. Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model," kata Kombes Himawan, dikutip dari Tribun Jateng pada Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Bos Hanania Tawari Calon Jemaah Korban Penipuan Uang Kembali Tapi Dicicil 2 Tahun, Kini Tersangka

Menurut dia, keberadaan model menjadi bagian penting dalam skema penipuan tersebut karena berfungsi memperkuat hubungan emosional yang sudah dibangun operator.

"Karena marketing ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ditawarkan," imbuh dia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved