Haji 2026

Daftar Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji untuk Keluarga, ada Boneka Unta Bisa Bunyi

Mainan khas Timur Tengah yang dapat mengeluarkan suara talbiyah itu banyak diburu karena dianggap unik, mudah ditemukan, dan menjadi khas.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
via/Media Center Haji 2026 dan Tribun-timur.com/MUSLIMIN EMBA
BONEKA UNTA - (kiri) Jemaah haji Indonesia kloter BTH 01, Ahmad Jaelani dan Nasibah tampak mengalungkan boneka unta jelang pulang ke Tanah Air, Minggu (31/5/2026) dan (kanan) Kakek Kulasse (62) satu dari 391 jamaah haji Kloter I tiba di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/6/2026). Ia tiba dengan membawa sembilan boneka unta untuk sembilan cucunya di Soppeng. 
Ringkasan Berita:
  1. Boneka unta menjadi salah satu oleh-oleh favorit jemaah haji Indonesia karena dianggap khas Arab Saudi dan unik.
  2. Banyak jemaah membeli beberapa boneka unta sekaligus untuk anak, cucu, dan keluarga di kampung halaman.
  3. Sejumlah jemaah rela mengurangi barang bawaan lain agar tetap bisa membawa oleh-oleh dari Tanah Suci, termasuk boneka unta.

 

TRIBUNJATIM.COM - Jemaah haji Indonesia banyak yang membeli boneka unta untuk menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang dibawa pulang dari Arab Saudi.

Mainan khas Timur Tengah yang dapat mengeluarkan suara talbiyah itu banyak diburu karena dianggap unik, mudah ditemukan, dan menjadi simbol khas Tanah Suci yang sulit dijumpai di Indonesia.

Tingginya minat terhadap boneka unta terlihat dari banyaknya jemaah yang membeli lebih dari satu buah untuk keluarga dan kerabat. Bahkan sebagian jemaah rela mengurangi barang bawaan lain demi memastikan oleh-oleh tersebut tetap bisa dibawa pulang untuk anak, cucu, maupun sanak saudara di kampung halaman.

Boneka unta rupanya masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang dibawa pulang jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci.

Mainan khas Arab Saudi yang dapat mengeluarkan suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" itu mudah ditemukan di berbagai toko di Makkah dengan harga mulai sekitar 5 riyal.

Selain bentuknya yang lucu dan identik dengan Timur Tengah, boneka unta juga tersedia dalam beragam ukuran dan warna, mulai dari cokelat, pink, hingga biru.

Tak cuma satu, jemaah haji dapat membawa lebih dari tiga boneka unta. Bahkan ada yang mengalungkannya di leher karena tidak lagi muat dimasukkan ke dalam tas atau koper.

Ahmad Jaelani, misalnya, yang tampak mengalungkan boneka unta berwarna putih saat bersiap pulang, Minggu (31/5/2026) malam.

Menurut jemaah yang tergabung dalam kloter Batam (BTH 01) ini, mainan tersebut terlalu besar untuk dimasukkan ke koper sehingga harus dibawa terpisah.

"Yang di bag ada empat lagi," ujar Ahmad sambil menunjukkan boneka unta lain.

Ahmad mengaku membeli lima boneka unta karena mendapat titipan khusus dari para cucunya.

Cerita serupa disampaikan teman satu kloter Ahmad Jaelani, Kamisah Kamil, yang mengaku membawa beberapa boneka unta karena permintaan sang cucu.

"Cucu pesan dibawakan boneka unta. Tetangga beli, jadi dia minta juga," kata Kamisah sambil tersenyum.

Bagi sebagian jemaah, boneka unta dipilih karena dianggap sebagai simbol khas Arab Saudi yang sulit ditemukan di Indonesia.

Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02, juga ikut mengalungkan boneka unta yang dibelinya karena ingin membawakan oleh-oleh unik untuk cucunya.

"Di sana tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," ujarnya.

Sayang Cucu

Sementara itu, Samsul Azhar bersama istrinya membeli empat boneka unta berukuran besar untuk cucu dan keponakan di kampung halaman.

Tiga boneka dibawa menggunakan tas khusus, sedangkan satu lainnya dimasukkan ke dalam koper.

Menurut Samsul, selain kurma, cokelat, minyak wangi, dan air zamzam, boneka unta hampir selalu menjadi pilihan oleh-oleh jemaah Indonesia.

"Tak lupa juga simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu," katanya.

Tingginya minat jemaah terhadap boneka unta juga terlihat saat proses penimbangan koper menjelang kepulangan.

Sejumlah jemaah mengaku rela mengurangi barang bawaan dari Indonesia demi mempertahankan oleh-oleh yang dibeli di Tanah Suci.

Jemaah asal Wajo, Sulawesi Selatan, Junarti Ramli, misalnya, mengaku akan lebih mengutamakan oleh-oleh jika kopernya melebihi batas berat yang ditentukan maskapai.

"Kalau melebihi berat, jelas tujuan utama adalah memberikan oleh-oleh kepada keluarga. Itu yang perlu saya selamatkan dulu," ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Tenri Olle yang membeli berbagai buah tangan, mulai dari kurma, cokelat, hingga boneka unta untuk anak dan cucunya.

"Kami sangat antusias beli oleh-oleh buat keluarga yang di kampung, terutama unta buat anak, cucu," kata Tenri. 

Beli sembilan boneka

Kakek Kulasse (62) jamaah haji mencuri perhatian saat tiba di Asrama Haji, Sudiang, Makassar, Senin (1/6/2026) pukul 23.35 Wita.

Kulasse berasal dari Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Rombongan jamaah haji Soppeng disambut Asisten I Pemprov Sulsel Ishak Iskandar, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail dan Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.

Kakek Kulasse terlihat membawa sembilan boneka unta dari Tanah Suci.

Boneka itu digantung di leher dan di tas samping yang dikenakan.

"Untuk cucu, ada sembilan cucu, jadi sembilan ini semua," kata kakek Kulasse.

Kulasse mengatakan, proses ibadah haji yang dijalankan cukup lancar dan memuaskan.

Selama di Arab Saudi, kondisinya cukup sehat menjalani serangkaian ibadah haji hingga tuntas.

"Cukup memuaskan, lancar-lancar semua. Sehat-sehat," ucapnya.

Pada momen penerimaan Kloter I, jamaah diimbau untuk tidak membuang kartu atau kartu kesehatan.

Pasalnya kartu itu menjadi kartu kontrol kesehatan bagi para jamaah.

Mereka akan dipantau kesehatannya selama 21 hari kedepan setelah melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Jadi kartu kontrol atau kartu kuningnya jangan sampai tercecer," imbuh petugas PPIH menggunakan pengeras suara.

"Kesehatan bapak ibu dipantau selama 21 hari kedepan. Apabila bapak ibu mengalami demam, sesak napas, batuk filek, mata merah segera melaporkan pusat kesehatan terdekat atau puskes terdekat," tuturnya.

Data resmi dari PPIH Debarkasi Hasanuddin Makassar, total jamaah haji Kloter I yang tiba berjumlah 391 orang terdiri dari 104 pria dan 287 wanita.

Satu diantaranya bernama Beddu Hape, asal Kabupaten Soppeng belum tiba karena sakit.

Kakek 83 tahun itu dirawat di RS Al Jedaani-Ghulail Jeddah, karena mengalami sakit sesak nafas

Jamaah haji termudah perempuan bernama Husnul Khulqy Akhwan, umur 19 tahun.

Sementara jamaah tertua kakek bernama Halika Palecceng, umur 85 tahun.(*)

Daftar oleh-oleh favorit yang dibeli jemaah haji untuk keluarga:

Boneka unta

Kurma

Cokelat

Minyak wangi

Air Zamzam

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan di Tribun-Timur.com  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved