Menteri ESDM Bahlil Janji Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Menurut Bahlil, keberlanjutan kebijakan subsidi energi menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan daya beli warga

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribunnews.com
NAIK - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia janji harga BBM dan LPG subsidi tak akan naik hingga akhir 2026. 

Ringkasan Berita:
  1. Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM dan LPG bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026.
  2. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
  3. Stabilitas harga energi dinilai penting untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi.

 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah memastikan belum berencana menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi hingga penghujung tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat.

Menurut Bahlil, keberlanjutan kebijakan subsidi energi menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan daya beli warga sekaligus menekan risiko inflasi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah memilih fokus menjaga stabilitas harga energi serta memperbaiki tata kelola penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran.

Baca juga: Janji Bahlil Tak Naikkan Harga LPG dan BBM Subsidi: Masa Rakyat Susah, Kita Mau Menaikkan Harga BBM?

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Mubes V Kosgoro 1957 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Di hadapan peserta musyawarah besar, ia menekankan bahwa kebijakan mempertahankan harga energi bersubsidi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

"Tapi saya ingin mengatakan bahwa karena Golkar adalah partai yang pro-rakyat, saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, elpiji subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember 2026," ujar Bahlil.

Penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang muncul terkait kemungkinan penyesuaian harga energi bersubsidi di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia.

Menurut Bahlil, pemerintah memahami bahwa BBM dan LPG subsidi masih menjadi kebutuhan utama masyarakat sehingga stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli.

Komitmen mempertahankan harga BBM dan LPG subsidi juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap pengendalian inflasi.

Selama ini, perubahan harga energi kerap menjadi salah satu pemicu kenaikan harga barang dan jasa karena berpengaruh langsung terhadap biaya distribusi dan produksi.

Pemerintah, kata Bahlil, berupaya memastikan bahwa program subsidi energi tetap tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang berhak.

Karena itu, selain menjaga harga, pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata kelola distribusi subsidi agar tidak terjadi kebocoran dan penyalahgunaan.

Pernyataan Bahlil mendapat perhatian karena disampaikan di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih membayangi, mulai dari ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga komoditas energi, hingga tekanan terhadap fiskal negara akibat kebutuhan subsidi yang besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved