Berita Pemprov Jawa Tengah

Program Mageri Segoro, Ikhtiar Menjaga Pesisir Jateng, Gubernur Luthfi: Upaya Jangka Panjang 

Sepenggal waktu di Sabtu (6/6/2026). Matahari baru naik sepenggalah, membasuh langit pagi dengan warna keemasan yang hangat. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Januar
Istimewa
MAGERI SEGORO - Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memimpin program Mageri Segoro dengan menanam mangrove dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). 

“Tiga hari sekali minimal dilakukan pengecekan,” tandasnya. 

Selain soal abrasi dan rob, Luthfi juga menyoroti persoalan pengambilan air tanah .

Ia meminta evaluasi kebijakan pengambilan air tanah dilakukan lebih rutin sebagai langkah mencegah penurunan tanah, khususnya di wilayah pesisir.

Menurutnya, masyarakat juga harus diedukasi agar tidak sembarangan mengambil air tanah. Pemerintah daerah perlu memperkuat layanan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM melalui BUMD. Selain itu, teknologi desalinasi juga didorong untuk kawasan pesisir, terutama bagi masyarakat nelayan.

Pada kesempatan yang sama, Luthfi juga menegaskan sampah menjadi bagian penting dari persoalan lingkungan. Ia menyebut, sesuai arahan Presiden RI, Indonesia menargetkan zero waste pada 2029, termasuk di seluruh daerah.

Luthfi menjelaskan Pemprov Jateng telah memetakan persoalan sampah di seluruh kabupaten/kota. Daerah dengan timbulan sampah sekitar 1.000 ton per hari diarahkan menggunakan skema aglomerasi atau regional.

Skema itu antara lain disiapkan untuk kawasan Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya. Sementara daerah dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari diarahkan menggunakan refuse-derived fuel (RDF), yang dapat dimanfaatkan oleh pabrik semen.
 
Sebagai informasi, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jawa Tengah mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim. Tema itu dinilai relevan bagi Jawa Tengah karena dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat, termasuk melalui bencana hidrometeorologi yang mendominasi kejadian bencana alam di provinsi ini.

Seorang peserta dari Saka Kalpataru, Aisyah, berharap penanaman mangrove dapat menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Pantai Tirang.

“Harapan saya, semoga Pantai Tirang ini jangan sampai terkikis oleh air laut,” kata Aisyah.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved