Wali Murid Protes Antrean SPMB Ludes Sejak Dini Hari Padahal Datang Pagi, Sekolah Angkat Bicara
Tengah viral di media sosial wali murid protes proses verifikasi dan validasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 11 Semarang.
Ringkasan Berita:
- Wali murid memprotes sistem antrean verifikasi berkas SPMB di SMAN 11 Semarang yang dinilai tidak konsisten.
- Antrean dilaporkan sudah habis sejak dini hari meskipun informasi resmi menyebutkan pembukaan pada pukul 06.30 WIB.
- Ketua Panitia SPMB SMAN 11 Semarang menjelaskan bahwa tingginya antusiasme pendaftar memicu inisiatif pembagian nomor lebih awal.
TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial wali murid protes proses verifikasi dan validasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 11 Semarang.
Dalam unggahan yang viral di grup Facebook itu, pengguna akun itu mengaku beberapa kali datang ke sekolah namun tidak mendapatkan nomor antrean.
Dalam unggahan tersebut, dia mengaku anaknya datang ke SMAN 11 Semarang pada hari kedua pelaksanaan verifikasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat mengambil nomor antrean, panitia disebut menyampaikan nomor antrean telah habis.
Ia mengaku masih memaklumi kondisi tersebut karena merasa anaknya datang terlalu siang.
Namun, pada hari ketiga, anaknya kembali datang lebih pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.
Menurut pengakuannya, nomor antrean kembali habis.
Bahkan, ia memperoleh informasi bahwa antrean sudah habis sejak pukul 05.00 WIB.
Karena penasaran, pada malam harinya ia mendatangi sekolah untuk mencari informasi.
Dari keterangan petugas keamanan yang ditemuinya, antrean disebut akan dibuka pukul 06.30 WIB.
Namun keesokan harinya saat anaknya datang sekitar pukul 05.30 WIB, nomor antrean kembali disebut telah habis.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku kecewa terhadap pelayanan panitia SPMB dan menilai informasi yang diterima terkait waktu pembagian antrean tidak konsisten.
Tanggapan Pihak Sekolah
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Panitia SPMB SMAN 11 Semarang, Tarfiatun, menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan karena sekolah membatasi pelayanan, melainkan tingginya jumlah pendaftar yang datang untuk melakukan verifikasi berkas.
"Sebenarnya yang terjadi bukan sulit. Kami tidak membatasi jumlah yang dilayani. Mungkin karena di sekolah lain ada yang menggunakan sistem online sehingga banyak yang akhirnya datang ke sini untuk verifikasi," kata Tarfiatun saat ditemui di posko SPMB SMAN 11 Semarang.
Menurut Tarfiatun, tingginya antusiasme pendaftar membuat antrean sudah terbentuk sejak dini hari.
| Ruben Onsu Ungkap Pemicu Konflik dengan Sarwendah Terkait Nafkah Anak, Betrand Peto Menangis |
|
|---|
| Demi Main Judol, 2 Remaja Tega Curi Tabungan Siswa SLB Rp 10 Juta, Acak-acak Ruang Guru |
|
|---|
| Dulu Takut Bangunan Ambruk, Kini Anak-anak Panti Asuhan Kanzul Huda di Ponorogo Bisa Tidur Nyaman |
|
|---|
| Kepala BGN Nanik S Deyang Buka Suara usai Investor MBG Protes Tagih Kejelasan: Rp5 T Dicairkan |
|
|---|
| Profil Indah Amperawati, Bupati Lumajang yang Suruh Kepala Dinas Pakai Mobil Pribadi karena BBM Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wali-Murid-Protes-Antrean-SPMB-Ludes-Sejak-Dini-Hari-Padahal-Datang-Pagi-Sekolah-Tak-Ada-Masalah.jpg)