Bupati Nganjuk Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di GOR Bung Karno Nganjuk, Senin (1/6/2026).
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara Hari Lahir Pancasila di GOR Bung Karno Nganjuk yang diikuti jajaran Pemkab, TNI, Polri, ASN, dan pelajar.
- Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan Pancasila menjadi kekuatan utama yang menjaga persatuan bangsa Indonesia di tengah keberagaman
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di GOR Bung Karno Nganjuk, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Pemkab Nganjuk, TNI, Polri, ASN, serta pelajar. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi memimpin upacara itu.
Kang Marhaen -sapaan Bupati- menyatakan kekuatan Indonesia hingga saat ini tidak lepas dari peran Pancasila sebagai dasar negara sekaligus panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa yang besar meski terdiri dari ribuan pulau dan ratusan kelompok masyarakat yang berbeda," katanya.
Baca juga: Wayang Timplong, Warisan Budaya Khas Nganjuk yang Terbuat dari Kayu Mentaos
Ia turut mengajak peserta upacara untuk mengingat kembali perjalanan panjang lahirnya Pancasila.
Mulai dari penyampaian gagasan dasar negara oleh Mohammad Yamin pada 29 Mei 1945, pemikiran Prof. Dr. Soepomo pada 31 Mei 1945, hingga pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan istilah Pancasila.
Lalu, pada 18 Agustus 1945, Pancasila resmi ditetapkan sebagai dasar negara bersamaan dengan pengesahan Undang-Undang Dasar 1945.
Dia menambahkan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau simbol semata.
"Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, hingga menjaga persaudaraan antarsesama," tutupnya
| Grebeg Pancasila di Kota Blitar, Tradisi Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Lima Ritus Sakral |
|
|---|
| Peringatan Hari Lahir Pancasila, Sekda Trenggalek: Jangan Hanya Jadi Hiasan Dinding |
|
|---|
| Upacara Hari Lahir Pancasila: Jokowi Tak Mendapat Undangan, SBY Absen Karena Berhalangan |
|
|---|
| Kabar Duka, Seorang Jemaah Haji Nganjuk Wafat di Tanahh Suci |
|
|---|
| Wayang Timplong, Warisan Budaya Khas Nganjuk yang Terbuat dari Kayu Mentaos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Nganjuk-Marhaen-Djumadi-memimpin-upacara-peringatan-Hari-Lahir-Pancasila.jpg)