Tradisi dan Budaya di Jatim
Grebeg Pancasila di Kota Blitar, Tradisi Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Lima Ritus Sakral
Tak sekadar tradisi budaya, Grebeg Pancasila menjadi cara masyarakat Kota Blitar menanamkan nilai nasionalisme sekaligus mengenang jasa Bung Karno.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Grebeg Pancasila merupakan tradisi tahunan khas Kota Blitar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus mengenang jasa Bung Karno sebagai penggali dasar negara Indonesia.
- Tradisi ini memiliki lima ritus utama, yaitu Bedhol Pusaka, Malam Tirakatan, Upacara Budaya, Kirab Gunungan Limo, dan Kenduri Pancasila yang sarat nilai nasionalisme.
- Selain menjadi bagian penting dari Bulan Bung Karno, Grebeg Pancasila juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
TRIBUNJATIM.COM – Kota Blitar memiliki tradisi unik yang digelar setiap tahun untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, yakni Grebeg Pancasila.
Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap jasa Proklamator sekaligus penggali Pancasila, Soekarno atau Bung Karno, yang makamnya berada di Kota Blitar.
Grebeg Pancasila tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, gotong royong, serta pelestarian budaya kepada generasi muda.
Hingga kini, Grebeg Pancasila telah menjadi agenda budaya khas Kota Blitar yang selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah.
Sejarah Grebeg Pancasila di Kota Blitar
Dilansir dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, Grebeg Pancasila lahir dari kesadaran masyarakat untuk memberikan penghargaan yang lebih besar terhadap tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Tradisi ini berawal dari gagasan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan mengenang peran Bung Karno dalam merumuskan dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.
Pada masa lalu, peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Karena itu, masyarakat dan pemerintah Kota Blitar kemudian menghadirkan Grebeg Pancasila sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.
Menurut Pemerintah Kota Blitar, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar bagian dari sejarah bangsa, melainkan pedoman hidup yang harus terus dipahami, dijaga, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Tradisi Unik Idul Adha di Malang, Arak-Arakan Hewan Kurban Jadi Warisan Syiar dan Wisata Religi
Lima Ritus Sakral dalam Grebeg Pancasila
Salah satu keunikan Grebeg Pancasila adalah adanya lima ritus utama yang dilaksanakan secara berurutan dan selalu menjadi bagian dari rangkaian acara.
Ritus pertama adalah Bedhol Pusaka atau Bedholan Pusaka, yaitu prosesi kirab berbagai perlengkapan upacara dan simbol negara dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota Blitar.
Grebeg Pancasila
Grebeg Pancasila Blitar
Tradisi Grebeg Pancasila
Upacara Grebeg Pancasila
Sejarah Grebeg Pancasila
Lima Ritus Grebeg Pancasila
Bedhol Pusaka
Kirab Gunungan Limo
Kenduri Pancasila
Hari Lahir Pancasila
Tradisi Hari Lahir Pancasila
Bung Karno
Bulan Bung Karno
Istana Gebang Blitar
Alun-alun Kota Blitar
Makam Bung Karno
Kota Blitar
meaningful
| Tradisi Unik Idul Adha di Malang, Arak-Arakan Hewan Kurban Jadi Warisan Syiar dan Wisata Religi |
|
|---|
| Tradisi Singo Ulung di Bondowoso, Kesenian Tari yang Lahir dari Legenda Kiai Singo Wulu |
|
|---|
| Grebeg Tengger Tirto Aji, Tradisi Pengambilan Air Suci yang Jadi Simbol Syukur dan Harmoni Alam |
|
|---|
| Tradisi Mbabar Mbubur Suro Malang, Ritual Sakral Menyambut Tahun Baru Islam di Makam Ki Ageng Gribig |
|
|---|
| Meriahnya Tradisi Tumpengan Manggis di Jombang, Dari Kirab hingga Rebutan Dua Ton Buah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suasana-upacara-budaya-Grebeg-Pancasila-di-Alun-alun-Kota-Blitar.jpg)