Tradisi dan Budaya di Jatim

Grebeg Pancasila di Kota Blitar, Tradisi Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Lima Ritus Sakral

Tak sekadar tradisi budaya, Grebeg Pancasila menjadi cara masyarakat Kota Blitar menanamkan nilai nasionalisme sekaligus mengenang jasa Bung Karno.

Tayang:
TribunJatim.com/Samsul Hadi
GREBEG PANCASILA KOTA BLITAR – Grebeg Pancasila merupakan upacara adat dan tradisi budaya tahunan khas Kota Blitar, Jawa Timur, yang diselenggarakan setiap tanggal 1 Juni untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Tradisi ini memadukan unsur nasionalisme dan kearifan lokal dalam balutan budaya Jawa, serta menjadi simbol persatuan dan gotong royong masyarakat. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNJATIM.COMKota Blitar memiliki tradisi unik yang digelar setiap tahun untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, yakni Grebeg Pancasila.

Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap jasa Proklamator sekaligus penggali Pancasila, Soekarno atau Bung Karno, yang makamnya berada di Kota Blitar.

Grebeg Pancasila tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, gotong royong, serta pelestarian budaya kepada generasi muda.

Hingga kini, Grebeg Pancasila telah menjadi agenda budaya khas Kota Blitar yang selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah.

Sejarah Grebeg Pancasila di Kota Blitar

Budayawan membawa pusaka dan foto Presiden Soekarno saat upacara tradisi Bedhol Pusaka di halaman Museum Istana Gebang Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (31/5/2022).
Budayawan membawa pusaka dan foto Presiden Soekarno saat upacara tradisi Bedhol Pusaka di halaman Museum Istana Gebang Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (31/5/2022). (Kompas.com)

Dilansir dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, Grebeg Pancasila lahir dari kesadaran masyarakat untuk memberikan penghargaan yang lebih besar terhadap tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Tradisi ini berawal dari gagasan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan mengenang peran Bung Karno dalam merumuskan dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Pada masa lalu, peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai.

Karena itu, masyarakat dan pemerintah Kota Blitar kemudian menghadirkan Grebeg Pancasila sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.

Menurut Pemerintah Kota Blitar, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar bagian dari sejarah bangsa, melainkan pedoman hidup yang harus terus dipahami, dijaga, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tradisi Unik Idul Adha di Malang, Arak-Arakan Hewan Kurban Jadi Warisan Syiar dan Wisata Religi

Lima Ritus Sakral dalam Grebeg Pancasila

Salah satu keunikan Grebeg Pancasila adalah adanya lima ritus utama yang dilaksanakan secara berurutan dan selalu menjadi bagian dari rangkaian acara.

1. Bedhol Pusaka

Ritus pertama adalah Bedhol Pusaka atau Bedholan Pusaka, yaitu prosesi kirab berbagai perlengkapan upacara dan simbol negara dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota Blitar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved