Perserteruan 2 Kelompok Nelayan di Pasuruan Akhirnya Damai, sempat Tegang Perahu Dibakar
Selain konflik antar wilayah, pertemuan ini juga menuntaskan persoalan pembakaran perahu yang memicu ketegangan antara warga.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Alga W
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM - Dua kelompok nelayan yang sebelumnya terlibat konflik di Kota Pasuruan akhirnya berdamai.
Deklarasi perdamaian tersebut disaksikan langsung Satreskrim Polres Pasuruan Kota.
Baca juga: Hilal 1 Ramadan di Jember Tidak Terlihat, Langit Masih Tertutup Mendung hingga Matahari Tenggelam
Kesepakatan damai tersebut ditegaskan dalam pertemuan yang difasilitasi kepolisian akhir pekan kemarin.
Perdamaian mempertemukan perwakilan warga Ngemplak dan Kalirejo dalam agenda yang dikemas melalui kegiatan family gathering di Cessa Black Cat Glamping.
Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk menyelesaikan ketegangan yang sempat terjadi.
Selain konflik antar wilayah, pertemuan ini juga menuntaskan persoalan pembakaran perahu yang memicu ketegangan antara warga Ngemplak dan Kaligung.
Kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan dan menempuh jalur damai demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Decky Tjahjono Triyoga menegaskan, kesepakatan damai tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.
"Dengan adanya perdamaian ini, kami berharap tidak ada lagi konflik serupa," ujarnya, Selasa (17/2/2026).
"Semua pihak diharapkan menahan diri dan mengedepankan komunikasi apabila muncul persoalan," imbuh Decky.
Ia menambahkan, kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan memfasilitasi dialog guna mencegah potensi konflik sejak dini.
Upaya preventif, kata dia, menjadi prioritas agar situasi kamtibmas tetap kondusif.
Suasana pertemuan juga menurutnya berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Perwakilan kedua kubu saling berjabat tangan sebagai simbol komitmen membuka lembaran baru tanpa konflik.
"Kami berharap penyelesaian ini menjadi contoh."
"Bahwa setiap persoalan di masyarakat dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi."
"Tanpa harus berujung pada tindakan yang merugikan semua pihak," tutup Decky.
| Jatim Terpopuler: Ribuan Guru Ponorogo Jalan Kaki untuk Aksi Damai hingga Kecelakaan Maut di Jombang |
|
|---|
| Sosok dan Profil 6 Wali Kota Pasuruan Pascareformasi, Ada Tokoh NU dan Aktivis hingga Mantan Menteri |
|
|---|
| 65 Tahun Jualan Cilok Pakai Gerobak, Nenek Mislicha Nabung Rp 10 Sehari hingga Bisa Naik Haji |
|
|---|
| Teriakan Istri Bos Mebel di Pasuruan Bikin Maling Lari Terbirit-birit, CCTV Rekam Jelas Wajah Pelaku |
|
|---|
| AZKO Kini Hadir di Pasuruan, Tawarkan Solusi Kebutuhan Rumah & Gaya Hidup Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dua-kelompok-nelayan-yang-sempat-berseteru-di-Kota-Pasuruan.jpg)