PDIP Dorong Langkah Preventif dalam Penanganan Banjir di Jember, Harus ada Antisipasi

Menurut PDI Perjuangan penanganan bencana saja tidak cukup dilakukan setelah musibah terjadi. Diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
PENANGANAN - Kader PDIP salurkan bantuan sembako di pengungsi banjir kawasan Jember Kota, Senin (16/2/2026) PDIP soroti penanganan banjir di Jember. 
Ringkasan Berita:
  1. PDIP menilai penanganan banjir di Jember belum menyentuh solusi jangka panjang.
  2. Widarto mendorong langkah preventif melalui tanam pohon dan edukasi lingkungan.
  3. Alih fungsi lahan di daerah hulu dinilai memperparah risiko banjir di hilir.

 

TRIBUNJATIM.COM - Penanganan bencana banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur butuh solusi jangka panjang.

Menurut PDI Perjuangan penanganan bencana saja tidak cukup dilakukan setelah musibah terjadi.

Diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur terendam akibat luapan sungai.

Ketua DPC PDIP Jember, Widarto mengharapkan penanganan bukan hanya terjadi setelah bencana turun.

Baca juga: Penyebab Banjir di Jalan Tambak Osowilangun, Saluran Air Dipenuhi Sampah

"Yang kami harapkan bukan penanganan secara karitatif, atau terjadi bencana baru turun," ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, diperlukan penanganan yang bersifat preventif dengan gerakan tanam pohon supaya terjadi keseimbangan lingkungan.

"PDIP konsisten menjaga alam dan Pertiwi, dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya, terutama di hulu termasuk hilir," kata Widarto.

Selain itu, kata dia, warga juga perlu dididik menjaga lingkungan serta membersihkan sampah di sungai agar mereka juga dapat mengurangi risiko bencana banjir.

Widarto menilai, penanganan model seperti ini jauh lebih hemat biaya ketimbang menunggu terjadinya bencana.

"Kerugian yang ditimbulkan berkali-kali lipat kalau menunggu bencana, ketimbang kita konsisten merawat bumi," ulasnya.

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jember itu mengaku sejak lama memperingatkan pemerintah agar waspada terhadap alih fungsi lahan di daerah hulu.

"Harusnya dimoratorium, supaya resapan air harus dijaga. Kalau hulunya rusak, resapan airnya mulai hilang, maka luapan air itu akan besar di hilir," papar Widarto.

Beberapa daerah di Jember yang terdampak banjir kemarin, kata dia, merusak kawasan hilir sungai akibat limpahan air dari daerah hulu.

"Sekali lagi, kami berharap penanganannya tidak karitatif saja. Yang terpenting adalah langkah antisipasi dengan menjaga alam kita," papar Widarto.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved