NTE KTH Jatim Melejit, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah Tertinggi Nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian membanggakan sektor kehutanan berbasis masyarakat,
Ringkasan Berita:
- Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur Triwulan I 2026 mencapai Rp367,95 miliar, tertinggi nasional.
- Capaian ini naik 26,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
- Kontribusi Jawa Timur mencapai 59,38 persen dari total nasional sebesar Rp619,58 miliar.
- Produk KTH Jatim bahkan menembus pasar ekspor, salah satunya gula aren ke Malaysia, Belanda, dan Australia.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian membanggakan sektor kehutanan berbasis masyarakat, di mana Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp367,95 miliar. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.
Capaian tersebut juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 26,64 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp290,53 miliar.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator kuat bahwa ekonomi berbasis kehutanan masyarakat di Jawa Timur terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya di wilayah sekitar kawasan hutan.
“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi kehutanan berbasis masyarakat semakin berkembang, produktif, dan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan,” ujar Khofifah, Senin (6/4).
Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penguatan pembinaan kelembagaan KTH serta optimalisasi peran penyuluh kehutanan di lapangan.
“Hal ini menandakan bahwa kita mampu mengelola potensi usaha kehutanan secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi, dengan dukungan pendampingan yang intensif,” tegasnya.
Secara nasional, capaian NTE KTH pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebesar Rp619,58 miliar atau meningkat 15,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total capaian nasional tersebut, Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar Rp367,95 miliar atau setara 59,38 persen.
Capaian ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai kontributor utama nasional dalam pengembangan ekonomi kehutanan berbasis masyarakat.
Keberhasilan KTH Jawa Timur juga ditunjukkan dengan kemampuan menembus pasar internasional. Salah satunya KTH Aren Lestari di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.
Kelompok ini berhasil mengekspor gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia dengan volume mencapai 12 ton senilai lebih dari Rp535 juta.
“Ini menjadi bukti bahwa produk hasil hutan bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, capaian NTE tertinggi didominasi oleh beberapa kabupaten yang menjadi motor penggerak ekonomi kehutanan masyarakat.
Kabupaten Trenggalek mencatatkan nilai tertinggi sebesar Rp185,35 miliar, diikuti Kabupaten Lamongan Rp22,15 miliar, Kabupaten Blitar Rp20,74 miliar, Kabupaten Probolinggo Rp19,03 miliar, serta Kabupaten Lumajang Rp17,82 miliar.
| Bantuan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Jombang Belum Dipakai Akibat Terkendala Administrasi |
|
|---|
| Ribuan Siswa Ikuti Ajang Talenta Murid Jatim 2026, Jawa Timur Targetkan Juara Nasional |
|
|---|
| MBG Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Aktif Mengawal |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola MBG di Daerah, Imbau Kepala Daerah Jaga Mutu Layanan |
|
|---|
| Khofifah Resmikan Gedung 'Gus Dur' RSU Muslimat Ponorogo, Kuatkan Layanan Kesehatan Inklusif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Khofifah-Indar-Parawansa-menyampaikan-capaian-membanggakan-sektor-kehutanan.jpg)