Melon Premium Pesisir Probolinggo Tembus Pasar Modern, Tanjoeng Farm Sold Out 2,2 Ton dalam Dua Hari
Siapa sangka kawasan pesisir panas di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi penghasil melon premium dengan rasa manis
Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Lokasi: Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, Kec. Paiton, Probolinggo.
- Teknologi: Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT).
- Varietas: Lavender dan Intanon (Benih Belanda, Thailand, Taiwan).
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Siapa sangka kawasan pesisir panas di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi penghasil melon premium dengan rasa manis dan tekstur renyah yang diburu pasar modern.
Greenhouse Tanjoeng Farm yang berada di Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton itu bahkan tembus dengan menjual habis 2,2 ton melon hanya dalam dua hari saat panen perdana.
Tak hanya ramai wisatawan untuk petik buah, hasil panen melon dari kawasan dekat Selat Madura itu kini juga mulai masuk gudang buah nasional.
Baca juga: Dapat Hibah Misterius, Groundbreaking Masjid Ar Rozy Kota Probolinggo Akhirnya Dilakukan
Mengadopsi Teknologi Hidroponik NFT
Pengelola Tanjoeng Farm sekaligus Ketua Poktan Tunas Harapan Desa Karanganyar, Nahrawi, mengatakan budidaya melon premium itu bermula dari mimpi sederhana pada 2021 lalu.
Saat itu, menurutnya, dirinya melihat banyak lahan sekitar pondok pesantren yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Awalnya hanya obrolan dengan teman-teman. Kami berpikir, masa teknologi dalam pertanian modern tidak bisa diterapkan di sini," kata Nahrawi, Senin (18/5/2026).
Ide tersebut, lanjut Nahrawi, sempat diragukan, karena lokasi greenhouse berada di kawasan pesisir yang tentunya dengan suhu panas dan karakter tanah dataran rendah.
Namun, Nahrawi bersama tim dari Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) kemudian belajar ke sejumlah daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Sidoarjo, Jombang hingga Pandaan Pasuruan untuk mencari sistem pertanian yang cocok.
"Kami mencari teknologi yang sesuai untuk wilayah pesisir dan alhamdulillah melon ini sangat cocok dengan suasana pesisir," ujar Nahrawi.
Nahrawi menjelaskan, Tanjoeng Farm akhirnya menggunakan sistem hidroponik nutrient film technique (NFT), yakni metode pertanian modern dengan aliran air tipis yang membuat nutrisi tanaman lebih stabil.
"Bibit melon premium yang digunakan didatangkan dari Belanda, Thailand, dan Taiwan dengan varietas unggulan lavender dan intanon. Melon yang dihasilkan juga memiliki tingkat kemanisan mencapai14 brix," terangnya.
Varietas lavender, imbuh Nahrawi, memiliki ukuran besar dengan warna oranye di bagian luar maupun dalam, rasa manis, dan tekstur crunchy atau renyah. Sementara intanon memiliki tekstur lebih lembut dengan aroma khas.
Greenhouse seluas 16 x 32 meter itu mampu menampung sekitar 1.400 tanaman melon dan bisa panen hingga empat kali dalam setahun.
Baca juga: Cara Masyarakat Atasi Jalur Alternatif Tiris Probolinggo yang Dilanda Longsor, Dibangun Swadaya
Penanaman pertama dilakukan pada April 2025, lalu panen perdana berlangsung pada Juli 2025 dengan hasil mencapai sekitar 2,2 ton.
Greenhouse Tanjoeng Farm
melon hidroponik
melon premium
melon
Desa Karanganyar
Probolinggo
TribunJatim.com
| Daftar 11 Pesawat yang Diserahkan Prabowo ke TNI, Lengkap dengan Spesifikasi Jet Tempur Rafale |
|
|---|
| Daftar Bintang Muda Naik Daun yang Berpotensi Bersinar di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Tekan Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah, Pemkab Trenggalek Bentuk Pokja Khusus & Susun SOP Konkret |
|
|---|
| Tilang Elektronik Makin Canggih, Satlantas Ponorogo Gunakan Kacamata Pintar Pantau Pelanggaran Lalin |
|
|---|
| Sosok Yohanes Bonar, Kasat Resnarkoba Polres Kukar Dipecat Terkait Narkotika, 2 Kali Jadi Kapolsek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pengunjung-Greenhouse-Tanjoeng-Farm-saat-memetik.jpg)