Kakak Beradik di Jember yang Terseret Ombak Ternyata Baru Pertama Kali ke Pantai Seruni Payangan

Liburan keluarga yang didambakan Barokatul Hidayat berakhir menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran bagi keluarga kecilnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Musrihatul HAsanah, istri korban Barokatul Hidayat yang terseret ombak di Pantai Seruni Payangan Jember, saat ditemui media, Minggu (31/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Barokatul Hidayat (Barok) dan adiknya Rifki terseret ombak di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Jember, saat berwisata bersama keluarga pada 30 Mei 2026. Hingga 31 Mei 2026, keduanya masih belum ditemukan.
  • Rifki lebih dulu terseret ombak, lalu Barok berusaha menolongnya namun keduanya ikut terseret arus kuat ke arah karang. Istri Barok, Musrihatul Hasanah, nyaris ikut terjun ke laut namun berhasil ditahan warga dan mengalami syok berat.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Liburan keluarga yang didambakan Barokatul Hidayat berakhir menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran bagi keluarga kecilnya.

Hingga Minggu (31/5/2026) sore, tubuh Barok, demikian panggilan akrab pria itu, masih belum ditemukan, begitu juga tubuh sang adik, Rifki.

Kakak beradik ini merupakan korban terseret ombak Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.

Keduanya adalah warga Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, sebuah desa di lereng Gunung Argopuro yang berjarak sekitar 48 kilometer dari Pantai Seruni, yang berada di pesisir selatan Jember.

Belum ditemukannya tubuh kakak beradik itu menyebabkan rasa sedih mendalam dan kekhawatiran di keluarga itu, terutama bagi Musrihatul HAsanah (23), istri Barok.

Baca juga: Update Pencarian Kakak Beradik yang Terseret Ombak di Pantai Seruni Payangan Jember, Gunakan Drone

Barok dan Rifki, sehari-harinya bekerja di Bali. Barok, meninggalkan istri dan anak perempuan yang berusia 6 tahun di Desa Suci.

Sebulan sekali, atau maksimal tiga bulan sekali, Barok pulang kampung.

Seperti yang dilakukan menjelang Lebaran Idul Adha kemarin. Rabu (20/5/2026) malam, Barok dan Rifki tiba di kampung halamannya.

Setelah 10 hari berada di rumah, Barok berkeinginan untuk bermain ke pantai.

"Memang keinginan dari lama, kepingin main ke pantai kalau liburan. Kemarin ini malah maksa sekali. Padahal saya sudah tidak mau, saya bilang bahaya main di laut. Saya ngajaknya ke tempat lain yang bukan laut, tetapi suami nggak mau," ujar Musrihatul.

Ibu muda itu tak kuasa menahan tangis dan lemas tubuhnya saat berbincang dengan saudara, dan menceritakan peristiwa memilukan yang terjadi Sabtu (30/5/2026) siang.

Menurutnya, yang pertama Kali terseret ombak adalah Rifki. Barok lantas memeluk sang adik, dan berusaha menyelamatkannya.

Namun gelombang yang berarus kencang menyeret mereka, sampai ke arah karang di sisi selatan Pantai.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved