Berita Entertainment
Angelina Sondakh Bongkar Kondisi DPR di Eranya Permainan Kekuasaan: Orang Idealis Kalah Set
Angelina Sondakh turut memberikan kondisi DPR pada masa jabatannya. Menurutnya adalah permainan kekuasaan.
TRIBUNJATIM.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kini menjadi sorotan di tengah gelombang demonstrasi besar yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Aksi unjuk rasa dipicu adanya kenaikan gaji dan tunjangan yang diperoleh DPR menembus hingga Rp100 juta sebulan. Hal tersebut dinilai menyakiti rakyat.
Mantan anggota DPR RI, Angelina Sondakh turut memberikan kondisi DPR pada masa jabatannya.
Ia menjabat sebagai anggota DPR pada periode 2004-2009 dan kembali terpilih untuk periode 2009-2014.
Selama masa tersebut, Angelina Sondakh mengaku tahu bangkai di dalam DPR RI.
Sebelum akhirnya, istri mendiang Adjie Massaid ini, sempat menjadi tersangka kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan lalu.
Baca juga: Marshel Widianto Hapus Video Kampanye Damai, Bantah Terima Fee Buzzer Rp150 Juta: Tidak
Sudah menjalani masa hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta, subsider 6 bulan kurungan, kini Angelina Sondakh kembali bersuara soal kondisi di lingkungan DPR pada eranya.
Menurutnya, menjadi DPR berkaitan dengan permainan game.
Ia menyadari posisinya itu setelah sempat menjalani hukuman karena tersandung kasus korupsi.
"Ini saya ngomongin di zamannya saya, di lingkungan saya ya. Cuman sekarang aku nggak bisa menilai," jelas Angelina Sondakh, dikutip dari YouTube Trans TV Official, Kamis (28/8/2025), via Tribunnews.
"(Dulu) it's about game, tentang akrobatiknya orang. Aku mengetahui ketika aku akhirnya harus masuk penjara."
"Aku melihat lebih daripada helikopter view 'oh berarti aku dari dulu dibeginiin'," jelasnya lagi.

Secara blak-blakan, mantan Puteri Indonesia 2001 ini, menyebut pemerintahan DPR pada zamannya berkaitan dengan permainan kekuasaan dan kepentingan.
"Permainan kekuasaan, permainan kepentingan. Sesungguhnya kan nilai idealisme kan untuk semua kepentingan rakyat, tetapi dizamannya aku, aku melihat kok jadi kepentingan segelintir orang atau kelompok saja,"
Bahkan ketika disinggung soal wakil raykat yang berniat idealis membela kepentingan masyarakat, dikatakannya, akan kalah oleh sistem yang ada di sana.
Arya Khan Kritik Capcay Pinkan Mambo Kemahalan, Bayar Rp200 Ribu Dapat Sebaskom di Warteg |
![]() |
---|
Marshel Widianto Hapus Video Kampanye Damai, Bantah Terima Fee Buzzer Rp150 Juta: Tidak |
![]() |
---|
Chelsea Olivia Ngamuk ART Kepergok Mabuk hingga Mencuri, Bajunya Dipakai Tanpa Izin |
![]() |
---|
Penyesalan Artis Atas Pilihan Politiknya, Minta Maaf Tragedi Affan Sang Ojol Dilindas Brimob |
![]() |
---|
Jerome Polin Bongkar Tawaran Buzzer Konten Aksi Damai Rp150 Juta per Video: Uang Pajak Kita |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.