Gol Dianulir, Juventus Gagal Menang: Spalletti Serukan Reformasi Wasit

Emosi Spalletti dipicu oleh serangkaian keputusan kontroversial yang dinilainya terlalu kaku dalam menafsirkan aturan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Samsul Arifin
Juventus.com
DITAHAN LAZIO - Selebrasi para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Napoli dalam lanjutan pekan 22 Liga Italia di Juventus Stadium, Senin (26/1/20236).  Pelatih Juventus Luciano Spalletti meluapkan kekesalannya terhadap kinerja wasit usai timnya ditahan imbang Lazio dengan skor 2-2 pada laga giornata ke-24 Liga Italia, Senin (9/2/2026). (Juventus.com) 

Ringkasan Berita:
  • Juventus ditahan Lazio 2-2 meski mendominasi pertandingan
  • Gol Koopmeiners dianulir, memicu kemarahan Spalletti
  • Perwasitan dan VAR Serie A kembali jadi sorotan utama

TRIBUNJATIM.COM - Pelatih Juventus Luciano Spalletti meluapkan kekesalannya terhadap kinerja wasit usai timnya ditahan imbang Lazio dengan skor 2-2 pada laga giornata ke-24 Liga Italia, Senin (9/2/2026).

Emosi Spalletti dipicu oleh serangkaian keputusan kontroversial yang dinilainya terlalu kaku dalam menafsirkan aturan, terutama terkait pelanggaran dan intervensi VAR.

Pelatih Juventus itu pun melontarkan kritik tajam terhadap sistem perwasitan Serie A dan menyerukan perlunya reformasi menyeluruh, termasuk menjadikan wasit sebagai profesional penuh waktu.

Pertandingan yang digelar di Allianz Stadium tersebut memang berlangsung dengan skenario yang membuat Juventus frustrasi. Meski mendominasi jalannya laga dan mencatatkan 33 tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan delapan milik Lazio, Juventus justru tertinggal 2-0 lebih dulu.

Lazio berhasil memanfaatkan peluang melalui gol Pedro dan Gustav Isaksen, yang membuat tuan rumah berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Baca juga: AC Milan dan Juventus Saling Rebutan 4 Pemain, Peluang Lolos Liga Champions Ikut Andil

Juventus baru mampu bangkit di menit-menit akhir lewat sundulan Weston McKennie dan gol jarak dekat Pierre Kalulu untuk menyelamatkan satu poin.

Namun, sorotan utama laga ini tertuju pada momen di babak pertama ketika gol Teun Koopmeiners dianulir. Wasit menilai Khephren Thuram berada dalam posisi offside dan dianggap mengganggu permainan, keputusan yang memicu perdebatan dan memperbesar kekecewaan kubu Juventus.

Hasil imbang tersebut membuat Juventus gagal mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan, sekaligus kembali menyalakan polemik soal kualitas dan konsistensi perwasitan di kompetisi tertinggi Italia.

Dalam proses sebelum gol tersebut, Juan Cabal terlihat dijatuhkan Mario Gila di dalam kotak penalti. Analis wasit DAZN Italia, Luca Marelli, bahkan menilai insiden itu seharusnya berbuah penalti untuk Juventus.

Spalletti dimintai pendapat terkait hal ini. Namun jawaban yang diberikan pelatih bekepala plontos ini justru panjang dan ia membuka diskusi yang luas mengenai sistem perwasitan di Liga Italia.

Ia menilai wasit memiliki terlalu banyak ruang interpretasi tanpa kejelasan konteks, sehingga keputusan sering kali terasa inkonsisten.

"Semua orang berbicara soal aturan, tapi selalu ada interpretasi. Tekanan di kaki, handball yang bahkan tidak disadari siapa pun di stadion, semuanya jadi bahan perdebatan," ujar Spalletti.

Baca juga: Atalanta vs Juventus: Duel Panas Perempat Final Coppa Italia 2026

Spalletti juga menyinggung pengalaman pada laga Coppa Italia melawan Atalanta, ketika Juventus dihukum penalti akibat handball yang bahkan tidak disadari pemain lawan. 

Menurutnya, aturan saat ini terlalu kaku dan mengabaikan konteks kejadian di lapangan.

 "Saya tidak pernah berbicara tentang wasit ketika keputusan bertentangan dengan saya atau mendukung."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved