Kontroversi Offside 8 Menit di Laga Atletico Madrid vs Barcelona, El Barca Gugat Keputusan Wasit

Kontroversi terjadi di babak kedua ketika gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir setelah tinjauan VAR selama delapan menit karena offside

Editor: Samsul Arifin
Istimewa
SKUAD BARCA - Para pemain FC Barcelona sebelum pertandingan pekan ke-20 Liga Spanyol menghadapi Real Sociedad di Reale Arena pada Senin (19/1/2026). El Barca dibungkam Atletico Madrid 4-0 (Instagram Barcelona - 19/1/2026) (FC Barcelona) 

Ringkasan Berita:
  • Barcelona mengajukan pengaduan resmi ke RFEF usai gol Pau Cubarsi dianulir VAR.
  • CTA mengakui adanya gangguan teknis pada sistem offside semi-otomatis.
  • Leg kedua semifinal Copa del Rey digelar 4 Maret 2026 di Camp Nou.

TRIBUNJATIM.COM - Fakta menarik saat laga  leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. 

Pada laga itu Atletico Madrid mencukur Barcelona dengan skor telak 4-0. 

Gol bunuh diri Eric Garcia pada menit ke-7 membuka keunggulan Atletico, yang kemudian berlanjut lewat gol Antoine Griezmann (14’), Ademola Lookman (33’), dan Julian Alvarez (45+2’).

Kontroversi terjadi di babak kedua ketika gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir setelah tinjauan VAR selama delapan menit karena offside. Keputusan tersebut memicu kemarahan kubu Blaugrana.

Kekalahan ini semakin menyulitkan Barcelona karena Eric Garcia juga dipastikan absen di leg kedua akibat kartu merah. Barcelona dilaporkan akan melayangkan protes resmi ke RFEF keesokan harinya, seperti yang dilaporkan Barca Universal.

Baca juga: Pelatih Barcelona Hansi Flick Murka usai Dibantai Atletico Madrid di 4-0: Kalian Pantas Kalah!

Barca Ajukan Protes

Oleh sebabnya, resmi mengajukan pengaduan kepada Real Federación Española de Fútbol (RFEF) setelah keputusan wasit dan VAR dinilai merugikan 

Kontroversi utama terjadi saat gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir usai tinjauan VAR selama delapan menit karena dianggap offside. Keputusan itu memicu kemarahan kubu Blaugrana karena dinilai mengubah momentum pertandingan.

Situasi semakin panas setelah Komite Teknis Wasit (CTA) mengakui adanya gangguan pada sistem offside semi-otomatis.

Baca juga: AC Milan Siap Tebus Mantan Bek Gagal Juventus dan Pemain Belakang Barcelona

Dalam pernyataannya, CTA menyebut keputusan akhirnya diambil dengan menggambar garis offside secara manual.

Barcelona menilai insiden tersebut berdampak krusial, bukan hanya karena gol dianulir, tetapi juga karena penundaan panjang yang dinilai merusak ritme permainan.

Tuntutan Barcelona ke RFEF

Dalam pengaduannya, manajemen Barcelona tidak hanya menyoroti keputusan akhir VAR, tetapi juga prosedur penanganan insiden, transparansi komunikasi, serta dampak penundaan delapan menit terhadap jalannya pertandingan.

Barcelona berharap langkah ini dapat mendapatkan klarifikasi resmi dari RFEF lalu mendorong evaluasi sistem VAR dan mencegah insiden serupa di laga penting mendatang. 

Kini perhatian tertuju pada respons RFEF dan CTA terhadap pengaduan tersebut.

Pelatih Barcelona Hansi Flick Murka

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, dikabarkan murka usai pertandingan.

Kemarahan Flick disebut tak berhenti pada malam pertandingan saja. Dalam sesi latihan selepas laga kontra Atletico, ia kembali memberikan ceramah panjang kepada para pemain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved