Berita Terpopuler
Bola Terpopuler: Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Hingga AC Milan Manfaatkan Momen Juventus
Mulai dari AC Milan yang manfaatkan negosiasi mandek dari Juventus. Selanjutnya ada update ranking Timnas Indonesia di FIFA.
Penampilan gemilangnya, termasuk saat menghadapi Barcelona dan Atletico Madrid di Liga Champions, membuat namanya semakin diminati klub-klub top Eropa.
Menariknya, Tresoldi secara terbuka mengakui bahwa bermain untuk Milan adalah mimpinya.
Ia bahkan menyebut ambisi tersebut sebagai sesuatu yang ia pikirkan setiap hari.
Menurut laporan dari Sky Sport, sang pemain berencana hengkang pada musim panas ini dengan kisaran harga €30 juta (sekitar Rp586 miliar).
Sejumlah klub dari Italia, Spanyol, dan Jerman yang berpotensi tampil di Liga Champions juga tengah memantau situasinya.
Tantangan bagi AC Milan
Meski banyak opsi menarik, Milan harus melakukan perhitungan matang.
Permintaan Massimiliano Allegri untuk memperkuat beberapa sektor sekaligus, mulai dari bek tengah, gelandang, winger, hingga striker, membuat bursa transfer kali ini berpotensi sangat mahal.
Selain itu, hubungan dengan Club Brugge juga bisa menjadi faktor penentu, mengingat sebelumnya kedua klub terlibat negosiasi panjang dalam transfer Ardon Jashari.
Dengan banyaknya kebutuhan skuad dan ketatnya persaingan di pasar transfer, keputusan Milan untuk merekrut Karetsas atau Tresoldi akan sangat bergantung pada prioritas mereka.
Yang jelas, Rossoneri tengah mempersiapkan langkah besar.
Bursa transfer musim panas nanti bisa menjadi momen penting dalam menentukan arah proyek jangka panjang klub, apakah tetap fokus pada talenta muda, atau mengombinasikannya dengan pemain siap pakai demi hasil instan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Ranking terbaru FIFA Timnas Indonesia
Berikut ini ranking FIFA Timnas Indonesia setelah gagal menjadi juara FIFA Series 2026.
Timnas Indonesia terpaksa menjadi runner-up setelah kalah tipis dari Bulgaria 0-1.
Laga itu dilakoni dalam final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) malam WIB.
Ternyata ranking Timnas Indonesia kini masih tertahan.
Baca juga: Nasib Timnas Indonesia saat Lawan Bulgaria Ditentukan di 10 Menit Awal Kata John Herdman
Gol semata wayang tim tamu lahir dari titik putih melalui eksekusi Petkov Marin pada menit ke-38.
Penalti diberikan wasit setelah pelanggaran Kevin Diks di kotak terlarang dikonfirmasi melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Meski tampil dominan di sepanjang pertandingan, Jay Idzes dkk gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia
Kekalahan menyakitkan di partai puncak ini berdampak langsung pada perolehan poin Timnas Indonesia di tabel peringkat dunia.
Berdasarkan live update dari laman resmi FIFA, per Senin (30/3) pukul 22.00 WIB, Timnas Indonesia harus kehilangan -3,81 poin akibat hasil minor ini.
Sebelumnya, skuad asuhan John Herdman sempat memanen poin usai melibas Saint Kitts and Nevis 4-0 di laga semifinal.
Namun, tambahan poin tersebut kini tergerus kembali.
Beruntung, meski kehilangan poin, posisi Timnas Indonesia masih tertahan di peringkat 121 dunia dengan total 1.144,88 poin.
Di sisi lain, Bulgaria yang datang sebagai unggulan berhasil membawa pulang tambahan +3,81 poin.
Tim asuhan Aleksandar Dimitrov kini mengoleksi total 1.278,90 poin dan duduk nyaman di peringkat 86 dunia.
Simak update ranking FIFA paling update di sini: Link <<<
Gagal Ukir Sejarah dan Kutukan Tim Eropa yang Berlanjut
Kekalahan atas Bulgaria ini memperpanjang catatan kelam Timnas Indonesia saat berhadapan dengan negara-negara asal Benua Biru.
Sepanjang sejarah, terutama dalam dua dekade terakhir, Garuda seolah menemui tembok tebal setiap kali menjajal kekuatan wakil UEFA.
Data menunjukkan dalam lima pertemuan terakhir melawan tim Eropa, Indonesia mencatatkan hasil yang kurang memuaskan:
vs Finlandia: Kalah 0-5
vs Belanda: Kalah 0-3
vs Andorra: Menang tipis 1-0 (laga di Spanyol)
vs Islandia: Kalah 1-4
vs Bulgaria: Kalah tipis 0-1
Satu hal yang menyesakkan adalah fakta bahwa Timnas Indonesia belum pernah mampu menang di kandang sendiri saat menjamu tim Eropa dalam 20 tahun terakhir.
Satu-satunya kemenangan atas Andorra pada Maret 2014 silam diraih saat Garuda melakoni pemusatan latihan di Spanyol, bukan di hadapan publik sendiri.
Kekalahan dari Bulgaria di SUGBK semalam menegaskan bahwa level sepak bola Eropa masih menjadi tantangan besar bagi perkembangan Timnas Indonesia menuju panggung dunia yang lebih tinggi.
Hikmah dari Kekalahan Garuda
Meski gagal juara, perjuangan tim asuhan John Herdman di ajang FIFA Series 2026 patut diapresiasi.
Menghadapi tim dengan ranking FIFA cukup jauh, terpaut 35 peringkat dengan Bulgaria, Timnas Indonesia berhasil mendominasi permainan.
Bahkan, Timnas Indonesia mampu membuat Bulgaria bermain bertahan total sepanjang laga, dan Garuda memiliki peluang-peluang lewat sepakan Ole Romeny dan Rizky Ridho yang membentur mistar gawang.
Kini, pekerjaan rumah menanti John Herdman. Ia harus bisa membuat lini depan Skuad Garuda lebih klinis saat menghadapi lawan yang bermain parkir bus seperti Bulgaria ini.
Ajang ini dapat dijadikan pelajaran sekaligus menjadi pijakan awal sebelum menghadapi kompetisi resmi bergengsi selanjutnya seperti Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Viral Terpopuler: Tangis Nadiem saat Sidang hingga Penemuan Sumber Gas Besar-besaran di Kalimantan |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Harga MinyaKita Rp22 Ribu hingga 19 Pegawai ESDM Jatim Kembalikan Uang Rp707 Juta |
|
|---|
| Bola Terpopuler: Rabiot Tolak Pindah ke Klub Arab Hingga Daftar Stadion Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Azis Dapat Motor Gratis hingga Jejak Karier 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Kelangkaan LPG Nonsubsidi hingga Mahasiswa Segel Ruang Aspirasi DPRD Tulungagung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Juventus-Dusan-Vlahovic-dimanfaatkan-AC-Milan-rangking-FIFA-Timnas-Indonesia.jpg)