Viral Bola

Pemain Real Madrid Disindir Berlagak Bos Besar usai Disingkirkan Bayern Munich

Steve McManaman menilai kegagalan Madrid disebabkan para pemain bintang merasa terlalu besar hingga seperti bos di tim.

Tayang:
Website Real Madrid
PEMAIN BERLAGAK BOS - Pemain Real Madrid merayakan gol saat melawan Villareal dalam laga Liga Spanyol pekan kedelapan, Minggu (5/10/2025). Steve McManaman menilai kegagalan Madrid di Liga Champions disebabkan para pemain bintang merasa terlalu besar hingga seperti bos di tim. 

Ringkasan Berita:
  • Real Madrid tersingkir di perempat final Liga Champions setelah kalah agregat 4-6 dari Bayern Munich.
  • Mereka bahkan tidak meraih kemenangan dalam dua leg, kalah 1-2 di kandang dan 3-4 di Allianz Arena.
  • Steve McManaman menilai kegagalan Madrid disebabkan para pemain bintang merasa terlalu besar hingga seperti “bos” di tim. 

 

TRIBUNJATIM.COM - Para pemain bintang Real Madrid mendapat sindiran dari Steve McManaman, mantan punggawa Los Blancos.

Real Madrid tersingkir dari Liga Champions 2025-2026 dan hanya mencapai perempat final usai disingkirkan oleh Bayern Munich.

Los Blancos menyerah dari raksasa Jerman dengan agregat 4-6.

Bahkan Madrid tak pernah menang dalam dua kali pertarungan melawan Muenchen.

Leg pertama, Madrid keok 1-2 di kandang.

Kemudian anak-anak asuh Alvaro Arbeloa menyerah 3-4 saat gantian menyambangi Allianz Arena.

Baca juga: Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Vinicius Jr Ngamuk Ditegur Jude Bellingham

Baca juga: Daftar 5 Kandidat Pelatih Disusun Real Madrid untuk Gantikan Arbeloa, Juru Taktik AC Milan Muncul

Pemain Top Berlagak Bos Besar

Padahal skuad Madrid berisikan barisan pemain top seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan masih banyak lagi.

Namun, mereka tetap saja tak bisa menaklukkan Eropa.

Menurut analisa Steve McManaman, kegagalan Madrid di Liga Champions dikarenakan para pemain bintangnya merasa 'besar'.

Dia menilai hal tersebut memengaruhi performa tim.

"Para pemain adalah bos di Real Madrid," kata McManaman seperti dikutip dari Diario Sport, via BolaSport.com.

"Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa."

"Saya pikir itulah inti permasalahannya," ujar gelandang Madrid periode 1999-2003 itu.

Lagi-lagi menurut McManaman, sebesar apapun seorang pemain, seharusnya tunduk terhadap pelatih yang notabene memegang kendali tim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved