Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk

Semangat Hidup Bikin Taufan Selamat selama 3 Hari di Bawah Puing Ponpes Al Khoziny: Sadar Terus

Keyakinan untuk bertahan hidup terus dipegang kuat oleh Taufan Saputra Dewa selama berada dalam gelapnya

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
KORBAN SELAMAT - Taufan Saputra Dewa, santri Pondok Pesantren Al-Khoziny yang selamat dan kini dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). Taufan dan sejumlah korban selamat lainnya dijenguk oleh Menko PMK Pratikno.  

Poin Penting:

  • Korban Selamat: Taufan Saputra Dewa (13), santri asal Dupak Surabaya, berhasil selamat setelah terjebak di bawah reruntuhan.
  • Lokasi Kejadian: Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Keyakinan untuk bertahan hidup terus dipegang kuat oleh Taufan Saputra Dewa selama berada dalam gelapnya puing reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin (29/9/2025) lalu.

Sembari menunggu evakuasi dari petugas, remaja 13 tahun ini tak berhenti berdoa.

"Saya yakin saya bisa hidup," kata Taufan saat menceritakan bagaimana ia terjebak dalam reruntuhan bangunan Musala itu, Kamis (2/10/2025).

Baca juga: Kisah Pilu Agus Ubaidillah Tertimbun Runtuhan Ponpes Al Khoziny Saat Sujud, Luka Wajah Jadi Penanda

Taufan adalah satu diantara sekian santri yang berhasil dievakuasi petugas dalam keadaan selamat. 

Saat ini, ia dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo sejak Rabu sore pasca ia dievakuasi.

Taufan yang merupakan warga Dupak Surabaya itu masih mengingat betul bagaimana ambruknya bangunan musala tersebut.

Saat itu, para santri tengah salat jamaah ashar.

Taufan sebenarnya telat ikut jamaah, dan baru ikut di rakaat kedua. Namun tak lama setelah itu, ia mendengar suara gemuruh dan sejurus kemudian bangunan rubuh.

Sedapat mungkin ia berusaha untuk keluar gedung. Hanya saja ia tertimpa puing dan akhirnya terjebak. Posisinya telentang disela puing.

Baca juga: Tinjau Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menko PM Gus Imin Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar

Diatas wajahnya ada seng yang hanya berjarak tiga jari. Kondisinya gelap gulita dan ruang gerak menjadi sempit. 

Kaki kirinya, kini dilakukan perawatan karena efek terjepit puing bangunan. Selama bertahan tiga hari dibawah puing reruntuhan, Taufan bercerita mendapatkan suplai air minum dan makanan dari petugas yang tengah berupaya untuk menyelamatkannya keluar.

"Saya tidak pingsan, sadar terus. Kondisi saya sekarang lumayan baik," ucap Taufan yang ditemani keluarganya dirawat di RSUD Notopuro. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved