ITS Surabaya Dorong Gaya Hidup Sehat, Lakukan Deteksi hingga Cegah Risiko Kanker dan Prostat

Dalam sambutannya, Rektor ITS Surabaya, Prof Bambang mengingatkan, kanker masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/ITS Surabaya
SEMINAR - Rektor ITS Surabaya, Prof Ir Bambang Pramujati saat memberikan sambutan pembuka dalam Seminar Awam Kesehatan Reproduksi di Grha Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Kamis (16/10/2025). Prof Bambang mengingatkan, kanker masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. 

Poin Penting:

  • Rektor ITS Surabaya Prof Dr Ir Bambang Pramujati mengingatkan, kanker masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.
  • Prof Bambang mengajak mahasiswa untuk membangun budaya hidup sehat.
  • ITS menggelar pemeriksaan kanker prostat (PSA) dan kanker serviks (HPV) gratis.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hadiri Seminar Awam Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis PSA dan HPV yang digelar di Grha Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Bambang Pramujati menekankan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini kanker sebagai upaya strategis mencegah penyakit degeneratif, Kamis (16/10/2025).

Dalam sambutannya, Prof Bambang mengingatkan, kanker masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.

Ia menegaskan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat kanker.

Sebagai bagian dari komitmen ITS terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan kanker prostat (PSA) dan kanker serviks (HPV) gratis bagi civitas akademika dan warga sekitar.

Acara ini melibatkan kerja sama dengan sejumlah mitra, seperti PT Standard Biosensor Healthcare dan AstraZeneca, serta mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).

“Namun di balik angka itu, ada harapan, ada semangat untuk bertahan. Oleh karena itu, awareness (kesadaran) menjadi kunci penting. Semakin banyak yang sadar akan kanker, maka semakin banyak pula yang bisa dicegah dan diselamatkan,” ungkapnya, Kamis (16/10/2025).

Prof Bambang juga mengingatkan, meskipun kesibukan civitas akademika dalam kegiatan penelitian, publikasi, dan pekerjaan, jangan sampai membuat lupa bahwa kesehatan adalah fondasi utama produktivitas.

“Prediksi kita yang sejati berawal dari tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang. Kesehatan bukan hal sepele, tapi tanggung jawab pribadi yang tak bisa ditunda,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai pengingat bahwa pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibanding pengobatan.

Baca juga: HUT ke-26, DWP ITS Surabaya Gelar Seminar Awam Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis

“Kami merasa kegiatan ini penting untuk menggugah kesadaran. Jika kanker terdeteksi sejak dini, maka peluang sembuh akan jauh lebih besar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dia juga mendorong agar kegiatan literasi kesehatan diperluas ke setiap fakultas.

Ia mengajak mahasiswa untuk membangun budaya hidup sehat, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu, hingga mengelola stres dengan baik.

“Kami bahkan mengadakan tes psikologi bagi mahasiswa karena stres juga bisa berdampak pada kesehatan. Jangan tunggu sakit untuk peduli,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved