Lelang Jabatan Pemkot Surabaya, 6 Kandidat Berebut Kursi DPMPTSP dan DPRKPP: Lulus Tes Kejiwaan
Sebanyak 6 nama ikuti seleksi kepala dinas di Pemkot Surabaya. Setelah dinyatakan lolos administrasi, mereka akan mengikuti seleksi paparan program
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Kegiatan: Lelang Jabatan Terbuka (Open Bidding) untuk Eselon II.
- Posisi Kosong: DPMPTSP dan DPRKPP Kota Surabaya.
- Jumlah Kandidat: 6 Nama (Masing-masing 3 untuk satu dinas).
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak enam nama mengikuti seleksi kepala dinas di Pemkot Surabaya.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, mereka akan mengikuti seleksi paparan program kerja.
Tiga nama pertama yang mengikuti seleksi adalah Farida Fitrianing Arum, Lasidi, dan Wawan Windarto sebagai kandidat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya.
Sedangkan tiga nama lainnya, yakni Adi Gunita, Aly Murtadlo, dan Iman Kristian Maharhandono sebagai Kandidat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.
Baca juga: Job Fair Khusus Disabilitas di Surabaya Jaring Ratusan Pelamar, 10 Perusahaan Siapkan 285 Lowongan
Dua Posisi Kosong dan Enam Kandidat Utama
Masing-masing nama saat ini masih menjadi penjabat di sejumlah dinas. Lasidi misalnya, merupakan Plt Kepala DPMPTSP Kota Surabaya dan Aly Murtadlo yang merupakan Kepala Bagian Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya.
Keenam tokoh tersebut akan berebut dua posisi yang tengah kosong. Selain Kepala Dinas DPMPTSP yang dijabat pelaksana tugas (Plt), posisi Kepala DPRKPP Surabaya juga ditempati Agus Imam Sonhaji (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya) juga sebagai Plt.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, para kandidat selanjutnya akan mengikuti fit and proper test, Senin (1/12/2025). Pada proses seleksi tersebut, masing-masing peserta akan mengikuti penulisan makalah, wawancara akhir, dan paparan visi, misi, serta target kinerja Perangkat Dinas.
Melalui proses lelang terbuka (open bidding), pendaftaran sebelumnya telah dibuka sejak 7 hingga 18 November. Selanjutnya, proses dilanjutkan seleksi administrasi pada 19 hingga 24 November.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa selain soal kapabilitas, proses seleksi juga menyangkut dengan psikologi. Masing-masing telah mengikuti psikotes yang dilakukan oleh profesional.
"Kita sudah menggelar tes psikologi atau tes kejiwaan. Karena, saya berharap orang-orang terpilih itu bukan hanya berarti orangnya pandai, psikologinya lulus atau pandai, tapi kejiwaannya juga harus dites," kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi di Pemkot Surabaya, Rabu (26/11/2025).
Eri menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif melalui serangkaian tahapan tes serta penilaian rekam jejak. Ia memastikan tidak ada proses yang bersifat subjektif maupun berbasis kedekatan personal.
Soal target kinerja, Wali Kota Eri telah mencanangkan sejumlah indikator. Tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi pada pencapaian hasil.
Baca juga: Belanja Aman, Hati Tenang: Konsumen Surabaya Pilih Lazada Karena Jaminan 100 Persen Produk Asli
"Yang saya lihat sekarang bukan lagi anggaran yang habis, tapi output dan outcome-nya terpenuhi atau tidak. Kalau tidak terpenuhi, maka dia harus turun dari kepala dinas,” tegas Wali Kota Surabaya dua periode ini.
Setelah proses seleksi tuntas, nama-nama terpilih akan segera diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk selanjutnya dilantik pihaknya pada akhir Desember mendatang. Rencananya, proses pelantikan akan dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat di dinas lain.
| Daftar Bintang Muda Naik Daun yang Berpotensi Bersinar di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Tekan Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah, Pemkab Trenggalek Bentuk Pokja Khusus & Susun SOP Konkret |
|
|---|
| Tilang Elektronik Makin Canggih, Satlantas Ponorogo Gunakan Kacamata Pintar Pantau Pelanggaran Lalin |
|
|---|
| Sosok Yohanes Bonar, Kasat Resnarkoba Polres Kukar Dipecat Terkait Narkotika, 2 Kali Jadi Kapolsek |
|
|---|
| Sebanyak 18 WNI Gagal Berangkat Haji 2026, Ternyata Pakai Visa Kerja: Terlanjur Bayar Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Para-ASN-Pemkot-Surabaya-mengikuti-apel-di-Balai-Kota-Surabaya.jpg)