ITS, Unair, dan UPN Beri Bantuan Khusus untuk Mahasiswa Asal Sumatra yang Terdampak Bencana

Berbagai skema keringanan dirancang agar mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga yang tengah sulit

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
DIRINGANKAN - Warga berbincang di tengah puing-puing kayu gelondongan pascabanjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapsel, Kamis (4/12/2025). Berbagai skema keringanan dirancang agar mahasiswa asal Sumatera tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga yang tengah sulit. 

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Mahasiswa asal Sumatra yang keluarganya terdampak bencana banjir dan longsor mendapat bantuan khusus dari Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya. 

Berbagai skema keringanan dirancang agar mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga yang tengah sulit.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pendataan terhadap 139 mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak.

Pendataan dilakukan dengan menghubungi langsung seluruh mahasiswa tersebut.

Hasilnya, beberapa mahasiswa diketahui terdampak berat.

Baca juga: Alasan Zulkifli Hasan Panggul Beras saat Kunjungi Korban Banjir Sumatra, Sebut Perintah Mendiang Ibu

ITS: Keringanan UKT Hingga Lulus

“Ada beberapa yang langsung terdampak bencana. Itu sangat urgent untuk segera kami bantu, baik keringanan UKT maupun pendampingan,” ujar Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D, Senin (8/12/2025).

ITS memastikan keringanan UKT tidak dibatasi waktu. Jika mahasiswa membutuhkan hingga lulus, kampus siap membantu.

“Kalau sampai lulus pun tidak masalah, karena kondisi keluarga mereka benar-benar terdampak. Rumahnya hancur, sawah rusak, dan orang tua kehilangan penghasilan,” jelasnya.

Bantuan dana siap disalurkan melalui donasi dari sivitas akademika, lembaga seperti Yayasan Manarul Ilmi (YMI) atau Ikatan Alumni , serta anggaran dari dana abadi ITS

Dari pendataan sementara, sekitar lima mahasiswa tercatat mengalami dampak paling berat. 

Baca juga: Daftar Jenis Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Ada Jejak Gergaji, Pakar Kuak 3 Asal Kemunculan

"Selain bantuan biaya, kami juga menyiapkan tenaga ahli untuk memberikan pendampingan psikologis bagi mahasiswa,"pungkasnya.

Unair: 664 Mahasiswa Didata

Universitas Airlangga (Unair) juga bergerak cepat dengan melakukan pendataan sejak akhir pekan lalu. Fakultas, BEM, dan Direktorat Kemahasiswaan terlibat untuk memastikan data mahasiswa asal Sumatera benar-benar valid.

Ketua Pusat Humas dan Protokoler Unair, Pulung Siswantara mengungkapkan Unair mencatat ada 664 mahasiswa dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved