Breaking News

Rocky Gerung Tegaskan Pemimpin Harus Beri Makan Batin dan Intelektual Warga

Berbicara di hadapan anak muda di Surabaya, Rocky melontarkan sejumlah kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional

Tayang:
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine Koloway
BERI KULIAH UMUM — Akademisi Rocky Gerung memberikan kuliah umum di Surabaya pada acara Pandu Negeri Public Lecture, Sabtu sore (17/1/2026). Berbicara di hadapan anak muda, Rocky melontarkan sejumlah kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional, mulai dari program makan bergizi gratis (MBG) hingga pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 1.200 guru besar. 

Karena itu, Rocky optimistis Surabaya memiliki masa depan yang cemerlang. Apalagi, berbekal sejarah panjang dan tradisi intelektual.

Histori Kota Surabaya

Rocky memaparkan bahwa Surabaya telah menjadi kota metropolitan sejak berabad-abad lalu. Memiliki relasi diplomatik internasional, Surabaya menjadi pusat intelektual yang diasuh oleh HOS Cokroaminoto.

“Inti dari sebuah kota adalah persahabatan, community. Kota adalah solidaritas. Dan itu yang kita takdirkan pada teman-teman kita. Dapatkah Anda melanjutkan dari kota ini?” ujarnya menantang anak muda. 

Untuk konteks nasional, Rocky berharap Surabaya mampu mengambil peran sebagai penyejuk di tengah situasi ketidakpastian regional. Dia menyinggung kondisi politik dan ekonomi yang menurutnya penuh ketidakpastian, mulai dari kesulitan ekonomi hingga kegagalan diplomasi internasional. 

Kritik kemudian dia sampaikan saat menyoroti pertemuan Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar di Istana Negara. Rocky mempertanyakan substansi pertemuan tersebut. 

“Anda lihat, kemarin Presiden Prabowo mengumpulkan 1.200 guru besar di istana. Sampai sekarang saya mau tahu apa isinya. Pasti nggak ada, kenapa? Tak seorangpun guru besar berani angkat tangan bertanya pada Presiden Prabowo,” kata Rocky.

Ia menyindir keberanian akademisi dalam menyampaikan kritik. "Bagaimana nasib riset ketika dana-dana pendidikan dialihkan untuk urusan makan siang bergizi gratis? Tidak ada profesor yang bertanya begitu. 1200 guru besar, zonk," katanya kembali. 

Rocky pada kuliah umum tersebut juga mengajak generasi muda Surabaya untuk menjaga nilai solidaritas, keberanian berpikir kritis, dan peran kota sebagai fondasi bagi kebangkitan Indonesia yang lebih humanis.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved