Tergiur Untung Cepat, Para Biduan Dangdut di Surabaya Malah Tertipu Arisan Bodong
Satu persatu korban dugaan arisan bodong, yang menyeret nama penyanyi dangdut Novita Amanda mulai angkat bicara.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Sejumlah korban dugaan arisan bodong yang menyeret nama penyanyi dangdut Novita Amanda melapor ke Polrestabes Surabaya setelah mengalami kerugian besar, dengan total korban diduga mencapai 84–100 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
- Para korban, yang sebagian besar juga berprofesi sebagai penyanyi dangdut, mengaku tergiur iming-iming keuntungan cepat 10–20 persen per minggu, namun kemudian pembayaran macet dan uang tidak bisa dicairkan.
Laporan wartawan TribunJatim, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu persatu korban dugaan arisan bodong, yang menyeret nama penyanyi dangdut Novita Amanda mulai angkat bicara.
Para korban ternyata diketahui merupakan rekan satu profesi pelaku.
Mereka tidak hanya berasal dari Kota Surabaya, tapi juga luar daerah seperti Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, hingga Jombang.
Sebelum melaporkan Novita ke Polrestabes Surabaya, Senin (18/5/2026), mereka yang didampingi Wakil Wali Kota Armuji, sempat menggeruduk rumah Novita Amanda di Sememi, sekaligus menyeret kakak dan suami terduga pelaku, untuk dimintai keterangan.
Menurut Korban sekaligus Biduan Dangdut asal Semampir Surabaya, Ema Ayunda, rata rata pihak yang dirugikan merupakan penyanyi, serta cukup lama mengenal terduga pelaku, karena kerap tampil dalam satu panggung ke panggung lain.
“Korbannya sekitar 84 sampai 100 orang. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban terus bertambah,” ujar Ema, dikonfirmasi melalui telepon Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Tipu Penyanyi Dea Bonita Rp 1,8 Miliar Kasus Arisan Bodong, Novita Kini Diusir Mertua
Penyanyi dangdut berusia 23 tahun tersebut, mengaku tertarik mengikuti arisan dari terduga pelaku, sejak pertengahan April 2026, setelah dijanjikan keuntungan dalam waktu singkat.
“Dia (terduga pelaku,red), menjual kuota arisan nama fiktif, dengan iming iming bunga 10 sampai 20 persen keuntungannya. Dalam waktu yang sangat singkat 1 minggu. Misal kalau kami setor Rp1.000.000. Nah, kami dapatnya Rp1.200.000,” bebernya.
Dirinya terakhir kali menyetorkan uang sebesar Rp2.000.000, kepada terduga pelaku hingga mendapat keuntungan Rp2.800.000, dalam jangka waktu satu minggu.
“Saya ikut lagi akhir April 2026 kasih uang, ternyata sampai tanggal 28 April dikeluhkan beberapa korban karena macet. Saat itu saya tetap setor, hingga saya tidak bisa mencairkan uang jelang Mei 2026,” imbuh Ema.
Merasa tidak beres ia bersama korban lainnya mencoba menagih Novita, namun Novita hanya bisa berkelit.
Kecurigaannya muncul ketika Ema dan kawan kawan menerima kabar, bahwa Novita bukan tangan pertama dalam arisan ini.
“Kami kira dia orang pertama. Makanya kami ikut dan tergiur karena kami anggap tidak mungkin dia sampai tega menipu gitu,” ucapnya.
arisan bodong
korban penipuan arisan bodong
arisan bodong Gresik
Surabaya
TribunJatim.com
Berita Surabaya Terbaru
| Dukung Program MBG, Universitas Jember Kaji Mendalam Pendirian Satuan Pelayanan Gizi |
|
|---|
| PBNU Kecam Keras Kasus Asusila di Lingkungan Pesantren, Minta Sistem Pengawasan Diperketat |
|
|---|
| Pesan Khusus Wabup Kediri untuk Jemaah Haji, Minta Jangan Terpisah dari Rombongan |
|
|---|
| Ramalan Cuaca Jatim Rabu 20 Mei 2026, 11 Daerah Hujan Ringan Siang Hari |
|
|---|
| SPMB Surabaya 2026 Segera Dibuka, Jalur Prestasi SMP Gunakan Nilai TKA, Simak Jadwal Uji Cobanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/DUGAAN-PENIPUAN-Para-korban-sekaligus-biduan-dangdut-menggeruduk-kediaman.jpg)