National Hospital Hadirkan Bedah Presisi Minim Risiko Melalui Robotic Surgery

Dokter mengoperasikan tindakan bedah melalui konsol menggunakan joystick yang terhubung dengan kamera dan instrumen bedah berbentuk lengan robotik.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
ROBOTIC SURGERY - Pengenalan sistem Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System, yang diklaim mampu meningkatkan presisi dan keamanan tindakan bedah. 

TRIBUNJATIM.COM - Sistem bedah robotik canggih diklaim meningkatkan presisi tindakan operasi sekaligus menekan risiko komplikasi pasien.

Hal ini sejalan dengan tren penggunaan teknologi robotic surgery dalam dunia kedokteran yang kini mulai berkembang di Indonesia.

Menanggapi penggunaan robotic surgery, National Hospital Surabaya resmi memperkenalkan Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System, sebuah teknologi bedah robotik berbasis laparoskopi yang memungkinkan dokter melakukan operasi kompleks dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi National Hospital, dr. Robert Hunan Purwaka, Sp.OG, D.MAS, F.MIS, menjelaskan bahwa robotic surgery merupakan pengembangan dari laparoskopi konvensional yang selama ini dilakukan secara manual oleh dokter.

Baca juga: Tegar Kuliah Gratis di Kedokteran UGM dengan IPK Sempurna Meski Tanpa Orang Tua, Kakek Nenek Berjasa

“Kalau laparoskopi biasa dilakukan dengan tangan secara langsung, kini kita dibantu teknologi robotik. Tapi perlu ditegaskan, robot ini tidak bekerja sendiri. Seluruh gerakan tetap dikendalikan penuh oleh dokter,” ujar dr. Robert, Sabtu (31/1/2026).

Dalam sistem ini, dokter mengoperasikan tindakan bedah melalui konsol khusus menggunakan joystick yang terhubung dengan kamera dan instrumen bedah berbentuk lengan robotik.

Sistem tersebut terdiri dari konsol bedah, tower monitor, dan konsol robotik.

“Dokter mengendalikan arah pandangan, pergerakan alat, membuka, menutup, memutar, hingga memegang jaringan melalui joystick. Rasanya seperti tangan kita benar-benar masuk ke dalam tubuh pasien,” jelasnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan tindakan bedah presisi tinggi, teknologi robotic surgery kini mulai digunakan di berbagai bidang, mulai dari obstetri dan ginekologi, bedah digestif, hingga urologi.

Pada kasus kandungan, teknologi ini dapat digunakan untuk operasi pengangkatan rahim, miom, kista, hingga perlengketan yang kompleks.

Sementara di bidang digestif, robotic surgery mendukung operasi usus buntu, batu empedu, liver, pankreas, hingga pemotongan lambung. Adapun di bidang urologi, operasi prostat dan ginjal juga dapat dilakukan.

Menurut dr. Robert, keunggulan utama robotic surgery terletak pada tingkat presisi yang sangat tinggi.

“Setiap saya menggerakkan tangan satu sentimeter, mesin akan bergerak satu sentimeter. Tidak ada gerakan melenceng. Presisinya di atas 99 persen,” ungkapnya.

Selain meningkatkan akurasi, penggunaan robotik juga dinilai mampu memangkas durasi operasi. Tindakan bedah kompleks yang biasanya memakan waktu 6 hingga 10 jam dapat dipersingkat hingga 50 persen.

“Dengan presisi yang tinggi, pendarahan menjadi lebih sedikit, komplikasi lebih rendah, dan kerusakan jaringan bisa diminimalkan. Dampaknya, proses pemulihan pasien jauh lebih cepat dan kualitas hidup pasien meningkat,” ujarnya.

Teknologi ini juga membantu dokter membedakan jaringan sehat dan jaringan sakit dengan lebih akurat, sehingga pengambilan jaringan bermasalah dapat dilakukan tanpa merusak jaringan normal di sekitarnya.

“Kami bisa mengambil jaringan yang sakit tanpa merusak jaringan yang sehat. Risiko yang masih ada pada tindakan manual bisa direduksi lebih jauh dengan teknologi robotik,” tandas dr. Robert.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved