Percepat Pemenuhan Dokter Spesialis, Kemdiktisaintek Luncurkan 9 Program PPDS di 3 Kampus Surabaya
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI mewujudkan percepatan pemenuhan dokter spesialis dengan memberikan izin
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI mewujudkan percepatan pemenuhan dokter spesialis dengan memberikan izin pada tiga Perguruan tinggi swasta untuk membuka program pendidikan dokter spesialis (PPDS).
Tiga perguruan tinggi yang terlibat yakni Fakultas Kedokteran Unusa dengan dua program PPDS, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya dengan dua program, serta Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya dengan lima program.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan program PPDS baru yang mencakup berbagai bidang strategis yang diluncurkan di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (20/2/2026).
Baca juga: Tegar Kuliah Gratis di Kedokteran UGM dengan IPK Sempurna Meski Tanpa Orang Tua, Kakek Nenek Berjasa
Strategi Distribusi: Mengatasi Ketimpangan Luar Jawa
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi menegaskan bahwa pemerintah melalui arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah membentuk tim percepatan untuk pemenuhan program PPDS baru di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah telah menghasilkan sekitar 160 program PPDS baru yang tersebar di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sebelumnya belum pernah memiliki PPDS.
“Melalui arahan Menteri, kami membentuk tim percepatan untuk pemenuhan program PPDS baru ini. Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah menghasilkan sekitar 160 program PPDS baru yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk beberapa daerah yang baru pertama kali membuka program spesialis,” ujarnya.
Menurut Khairul, pengembangan program PPDS dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor kesehatan.
Ia juga menekankan semakin luasnya keterlibatan perguruan tinggi swasta dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
“Penguatan kemitraan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholder, sehingga banyak program PPDS kini dibuka di perguruan tinggi swasta,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga berkoordinasi dengan sektor kesehatan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan selaras dengan kebutuhan layanan medis di lapangan.
“Sejak awal peserta didik sudah ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan yang ada di daerah atau rumah sakit, sehingga ketika menyelesaikan pendidikan sudah jelas peruntukannya,” jelasnya.
Selain itu, program percepatan PPDS diharapkan memperkuat interaksi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan tenaga medis, sehingga kekosongan layanan kesehatan di berbagai wilayah dapat segera terisi.
“Walaupun akselerasi, mutu dan kualitas harus dikedepankan karena menyangkut keselamatan pasien dan nyawa manusia. Karena itu akan ada monitoring dan evaluasi serta penguatan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, program PPDS baru juga mendapat pembinaan dari universitas mitra yang telah lebih dulu memiliki pengalaman dalam pendidikan spesialis.
Baca juga: Anak Driver Ojol Lolos Beasiswa Kedokteran UMY, Orangtua Tak Menyangka: Doa Tembus Langit
Kemdiktisaintek
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)
Fakultas Kedokteran
Unusa
Universitas Ciputra Surabaya
universitas hang tuah surabaya
TribunJatim.com
| Kisaran Gaji Pengurus Kopdes Merah Putih, Manajer Lolos Rekrutmen Statusnya Pegawai BUMN |
|
|---|
| Pertama di Banyuwangi, Delapan Rupang Dewa-Dewi se-Indonesia Berkumpul di Klenteng Hoo Tong Bio |
|
|---|
| KPK Usut Dana Hibah Pokmas Jatim: Empat Kades hingga Ibu Rumah Tangga Diperiksa di Polres Bangkalan |
|
|---|
| Aturan untuk Jemaah Haji Indonesia, Bawa Uang Rp100 Juta Wajib Lapor ke Bea Cukai |
|
|---|
| Pria di Sampang Diciduk Polisi, Puluhan Butir Ekstasi Berlogo Red Bull Jadi Bukti Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tiga-fakultas-kedokteran-di-Surabaya-resmi-meluncurkan-program-pendidikan.jpg)