Proyek Kereta Urban Surabaya Terus Dikaji, Eri Cahyadi Optimistis Tarif Tidak Bebani Warga

Rencana proyek pembangunan kereta urban di Surabaya kini memasuki pembahasan skema teknis hingga perhitungan tarif tiket.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Alga W
TribunJatim.com/Bobby Constantine Koloway
LRT - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat memberikan penjelasan di Surabaya, Selasa (10/3/2026). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, perencanaan kereta urban masih dikaji bersama konsultan dari Inggris. 

Ringkasan Berita:
  • Proyek pembangunan kereta urban di Surabaya masih dalam tahap perencanaan dan penghitungan.
  • Moda transportasi berbasis rel tersebut harus tetap terjangkau agar daya beli warga tidak terganggu.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana pembangunan kereta urban di Surabaya kini memasuki pembahasan skema teknis hingga perhitungan tarif tiket.

Proyek kerja sama Indonesia dengan Inggris ini diharapkan tidak membebani masyarakat.

Baca juga: LRT Siap Hadir di Surabaya Raya, Tarifnya Bakal Disesuaikan Kemampuan Warga & APBD

Pemkot Surabaya menegaskan, moda transportasi berbasis rel tersebut harus tetap terjangkau agar daya beli warga tidak terganggu.

Saat ini, proyek masih dalam tahap perencanaan dan penghitungan.

Salah satu fokus utama adalah memastikan tarif transportasi massal tetap ramah bagi masyarakat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, perencanaan kereta urban masih dikaji bersama konsultan dari Inggris.

Pada rencana awal, jaringan tidak hanya mencakup Surabaya, tetapi juga terhubung dengan Sidoarjo dan Gresik sebagai kawasan aglomerasi.

"Perencanaan dari Inggris itu tidak hanya Surabaya saja, tapi juga ada koneksi dengan Sidoarjo dan Gresik," kata Eri saat dikonfirmasi di Surabaya.

"Tapi dari perhitungan konsultan, yang saya inginkan sebenarnya jalur timur ke barat Kota Surabaya," imbuhnya.

Menurutnya, Pemkot memiliki prioritas pada jalur timur–barat karena menjadi koridor dengan mobilitas tertinggi di dalam kota.

Ia menegaskan, faktor tarif menjadi kunci keberhasilan transportasi massal.

Pemkot tidak ingin kereta urban bernasib seperti moda serupa di daerah lain yang sepi penumpang karena tarif mahal.

"Jangan sampai nanti seperti di daerah lain, ada MRT atau LRT, tapi tidak berjalan optimal dan akhirnya sepi," ujar mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

"Itu yang harus dihindari," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved