Demo Driver Ojol di Surabaya
Kepung Gedung DPRD Jawa Timur, Ribuan Driver Online Desak Dewan Bubarkan Aplikator Nakal
Ribuan massa yang tergabung dalam aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak), menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Ribuan driver online yang tergabung dalam aliansi Dobrak menggelar demo di depan Gedung DPRD Jawa Timur, menuntut perbaikan tarif dari aplikator.
- Massa berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan memprotes tarif yang dinilai terlalu rendah serta tidak sesuai ketentuan, terutama di tengah kenaikan BBM.
- Mereka meminta DPRD segera membuat perda tarif seperti di Bali serta menuntut aplikator mematuhi aturan tarif yang sudah ditetapkan pemerintah.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ribuan massa yang tergabung dalam aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak), menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (28/4/2026) sekira jam 12.00 WIB.
Para demonstran tiba di lokasi setelah berangkat pada pagi hari. Mereka yang berasal dari pengemudi roda 4 dan roda 2, berjalan iring iringan mulai dari titik kumpul CITO Mall.
Setibanya di gedung dewan, berbagai poster dan spanduk dibentangkan. Aksi unjuk rasa juga mendapat pengawalan ketat, dari pihak kepolisian.
Ketua DPC Hipda Sidoarjo Arif Widianto mengatakan, massa tidak hanya berasal dari Surabaya Raya. Tapi juga Malang, Pasuruan, Bangil, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, dan Mojokerto.
“Harga tarif yang sangat tidak sesuai. Bahkan tidak melihat jarak kilometer penjemputan, baik roda dua maupun roda empat, semua aplikasi, serta sangat dibawah ketentuan,” ujar Arif.
Menurutnya, kondisi di Jawa Timur berbeda jika dibandingkan dengan Bali, yang bisa memberikan Peraturan Daerah tentang ketentuan tarif per kilometer. Sekaligus ada regulasi terkait larangan driver yang tidak punya KTP Bali.
“Pihak aplikator tahun kemarin sudah menyepakati akan menandatangani berita acara bahwa akan tunduk dan patuh kepada ketentuan. Tapi kenyataannya sampai detik ini tidak dijalankan,” tuturnya.
Baca juga: Breaking News: Driver Taksi & Ojol Demo Merangsek ke Surabaya, Minta Khofifah Sanksi Aplikator Nakal
Pihaknya juga menyesalkan lantaran situasi tarif kian bergejolak, di tengah kenaikan harga BBM. Alhasil tidak menguntungkan para driver online.
“Kami minta sesuaikan saja dengan SK Gubernur tarif Rp3.800 per kilometer dan Rp15.600 untuk 4 kilo pertama untuk Roda empat, dan roda dua tarif batas bawahnya Rp2.000 per kilometer. Batas atasnya adalah Rp2.500 per kilometer,” katanya.
Ia berharap, DPRD Jawa Timur segera menyusun dan menerbitkan peraturan daerah, yang menguntungkan para driver online.
“Tentu nanti kami akan terus melakukan monitoring dan mengawal tuntutan kami,” tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/UNJUK-RASA-Massa-yang-tergabung-dalam-aliansi-Driver-Online-Bubarkan-A.jpg)