Joki UTBK di Surabaya Libatkan Pegawai Kecamatan, Blanko E-KTP Dijual Rp50 Ribu

Polrestabes Surabaya menyebut praktik Joki UTBK, juga melibatkan oknum pegawai dari suatu pemerintah kecamatan.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/tangkapan layar IG luthfie.daily
JOKI UTBK - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menunjukkan salah satu blanko kosong E KTP, di Mapolrestabes Surabaya. Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Rabu (6/5/2026), praktik Joki UTBK, juga melibatkan oknum pegawai dari suatu pemerintah kecamatan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Polrestabes Surabaya mengungkap praktik joki UTBK yang melibatkan oknum pegawai kecamatan.
  • Polisi menyita 25 blanko E-KTP yang digunakan untuk memanipulasi identitas peserta ujian.
  • Blanko KTP diduga dijual oleh oknum pegawai dengan harga Rp50.000 per kepin

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya menyebut praktik Joki UTBK, juga melibatkan oknum pegawai dari suatu pemerintah kecamatan.

Hal tersebut terbongkar lantaran petugas menyita puluhan blanko E KTP, sebagai salah satu barang bukti kasus tersebut.

Setidaknya terdapat 25 blanko E-KTP, disita dari tangan tersangka. Benda tersebut digunakan untuk manipulasi data peserta UTBK, supaya bisa melewati proses pemeriksaan.

Dalam sebuah video lanjutan, yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Rabu (6/52026), beberapa tersangka yang diamankan, ternyata berkutat dalam bidang administrasi kependudukan.

Sembari memegang salah satu Blanko E-KTP, Kombespol Luthfie menanyakan asal barang itu kepada para tersangka.

Baca juga: Warga Kota Malang Ceritakan Kendala Urus e-KTP, Blanko Habis Hingga Gagal Login Aplikasi

“Di kecamatan, orang mau bikin KTP selalu dibilang blangko habis, blangko habis. Ternyata kamu jualin," ujar Kombes Pol Luthfie.

Satu persatu tersangka ditanyakan hingga akhirnya menemui jawaban dari 2 pelaku, yang ternyata bekerja di sebuah kantor kecamatan.

Meski tidak disebutkan kecamatan mana, namun 2 pelaku itu mampu menanggapi pertanyaan dari Kombespol Luthfie.

“Dapat dari saya ndan,satu keping blangko KTP asli dijual dengan harga Rp50.000. Sudah saya jual 25 keping,” ungkapnya.

Aliran blangko ini melibatkan beberapa pihak, mulai dari oknum pegawai di bagian program, sampai ke tangan tersangka lain.

Sindikat Joki UTBK menggunakan blanko untuk membuat identitas palsu bagi peserta ujian agar dapat melewati sistem verifikasi dengan mudah.

Usai mendengar jawaban dari pelaku, Kombespol Luthfie hanya bisa geleng geleng kepala. Sebab material yang digunakan adalah resmi milik negara.

“Lha kamu blangko kosong dikasihkan ke orang lain boleh gak,” tandasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved