Panitia SNPMB Buka Suara soal Pengguna Joki UTBK, Masuk Blacklist PTN dan Terancam DO
Kasus perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya terungkap di dua kampus pelaksana
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Kasus perjokian UTBK 2026 Surabaya terungkap di dua kampus, yaitu UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya, dan diduga melibatkan jaringan joki terorganisir yang kini ditangani Polrestabes Surabaya.
- Ketua SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyatakan panitia telah memperketat pengawasan UTBK dan akan memberikan sanksi tegas berupa blacklist peserta serta pemecatan bagi mahasiswa yang terlibat sebagai joki.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kasus perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya terungkap di dua kampus pelaksana, yakni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Temuan tersebut kemudian berkembang hingga mengarah pada dugaan jaringan joki terorganisir yang kini ditangani Polrestabes Surabaya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT. mengatakan, panitia telah memperkuat sistem pengawasan sejak tahun lalu untuk mendeteksi berbagai bentuk kecurangan dalam UTBK.
Menurutnya, pengungkapan kasus di Surabaya menjadi bukti bahwa sistem pengawasan mulai berjalan efektif dalam menemukan praktik curang yang dilakukan secara sistematis.
Baca juga: Joki UTBK di Unesa Nyaris Lolos, Modus Terbongkar Karena Bahasa Madura
“Peserta itu akan kami blacklist. Kemudian bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif, bisa saja dikeluarkan dari kampus,” ujar pria yang menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ditemui di Gedung Rektorat Unesa, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pengungkapan bermula dari temuan pihak Unesa saat pelaksanaan UTBK pada April lalu. Sementara dugaan serupa juga ditemukan di UPNVJT dan kemudian dikembangkan oleh kepolisian.
Prof Eduart mengapresiasi langkah kampus pelaksana UTBK yang aktif melakukan pengawasan selama ujian berlangsung hingga berhasil menemukan indikasi kecurangan.
“Kami memberikan apresiasi kepada teman-teman di Unesa karena cukup konsisten mengawal pelaksanaan UTBK, sehingga ditemukan adanya kejahatan joki yang terorganisir,” katanya.
Panitia SNPMB bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, lanjutnya, akan memberikan sanksi tegas bagi seluruh pihak yang terlibat, baik peserta maupun mahasiswa aktif yang menjadi pelaku joki.
Sebelumnya, Polrestabes Surabaya membongkar sindikat joki UTBK yang melibatkan peserta, mahasiswa cumlaude, hingga aparatur sipil negara (ASN). Polisi mengungkap modus yang digunakan antara lain pemalsuan identitas peserta dan penggunaan joki akademik untuk membantu peserta lolos ke program studi favorit di perguruan tinggi negeri.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Perayaan Perpisahan Siswa MAN 1 Lamongan Jadi Sorotan, Konsep Garden Party Bikin Tangis Pecah |
|
|---|
| Sosok Calon Jemaah Haji Tertua Asal Sumenep, Kini Usianya Sudah 96 Tahun |
|
|---|
| Kecurigaan Polisi Terhadap Pikap Angkut 37 Jeriken di Bangkalan Terbukti, Ternyata Isi BBM Subsidi |
|
|---|
| Jet Tempur Amerika Diusir Arab Saudi, Ogah Jadi Tameng Provokasi Donald Trump |
|
|---|
| Penyebab Cuaca Ekstrem pada Mei 2026, Sejumlah Wilayah Hujan Lebat saat Sore Padahal Siang Terik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Tim-Penanggung-Jawab-Seleksi-Nasional-Penerimaan-Mahasiswa.jpg)