Lipsus Ibadah Haji 2026
Kisah Jemaah Haji asal Gresik, Rela Dicibir Demi Bawakan Boneka dari Makkah untuk Anak Tercinta
Inilah kisah seorang Jemaah haji asal Gresik. Jemaah haji tersebut rela dicibir demi membawakan boneka unta untuk anak tercintanya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
"Lima boneka saya kalungkan di leher saya. Lima yang lain dikalungkan ke istri. Selain oleh-oleh anak saya juga untuk keponakan. Berbagi kesenangan," tutur Rudianto.
Jemaah haji asal Gresik itu memilih tidak memasukkan boneka ke dalam tas koper karena memakan tempat di dalam tas. Cara yang paling tepat adalah ngrenteng (menyusun) setiap boneka khas Timur Tengah itu dengan tali.
Dibuat memanjang dan terikat boneka satu dengan boneka yang lain. Baik Rudianto maupun Widyaningsih sepakat mengalungkan boneka-boneka itu di leher. Selain lebih praktis dan enteng.
Namun konsekuensinya, banyak di antara jemaah yang lain memandang sinis dan bahkan mencibir. Meski tidak diucapkan namun dari sorot matanya kelihatan seperti mencibir. Memandang aneh.
Apalagi dikalungkan di leher sepanjang perjalanan pulang jemaah haji. Mulai keluar hotel, perjalanan ke bandara, hingga masuk Bandara Jeddah masih dalam poaisi yang sama. Dikalungkan di leher.
Diakui banyak jemaah di Bandara Jeddah terus memandangi pasutri yang baru saja pulang dari Tanah Suci. Bahkan di dalam pesawat pun, Rudi dan Widyaningsih tetap mengalungkan boneka asli Mekkah itu.
"Kami sempat cemas dan takut saat hendak masuk Bandara Jeddah. Jangan-jangan disita. Saya tidak henti-hentinya berdoa semoga kami tidak diamankan karena membawa banyak boneka," kata Rudianto.
Harga Boneka
Rudianto menyampaikan bahwa harga setiap boneka dan oleh-oleh khas Timur di pusat oleh-oleh Kakiya di Makkah itu sekitar Rp 150.000. Keluarga Rudianto membeli 10 boneka.
Sejak dipamiti ke Tanah Suci, anaknya memang pesan minta dibelikan boneka asli Mekkah. Tidak mau dibelikan di Madinah. Biar ada kenanganya tersendiri.
Meski sempat dicibir, namun cibiran orang lain tak dipedulikan. Pasutri itu ingin menyenangkan anak. Mereka sudah tidak sabar ingin memberikan langsung boneka asli Makkah itu untuk anaknya.
Mulai mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Rudianto dan istrinya terus video call dengan anaknya Humairah. Rencananya boneka itu juga untuk oleh-oleh saudara-saudaranya dan keponakannya di Gresik. Menyenangkan anak adalah kebahagiaan tak ternilai.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Korban Meninggal dalam Kecelakaan di Gorong-gorong Margorejo Ternyata Saudara Wali Kota Surabaya |
|
|---|
| Alasan Sebenarnya ASN Bikin Video Pamer Gaji ke-13 Sambil Tunjukkan iPhone 17 dan Barang Lain |
|
|---|
| Rombongan Ibu Bentangkan Spanduk Sambil Geruduk Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba |
|
|---|
| Kisah Cinta Santri dengan Janda Berujung Maut, Pengakuan Hamil Korban Bikin Kalap |
|
|---|
| Pria ini Babak Belur usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp 12 Juta, Sempat Kabur saat Dikejar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/DEMI-ANAK-Iwan-Rudianto-dan-istrinya-Widyaningsih-jemaah-haji-asal-Desa-Campurejo.jpg)