Berita Viral

Mengenal Platform Sosmed Tempat AI Saling Mengobrol hingga Gosipin Manusia

Kecerdasan buatan (AI) ternyata kini memiliki sebuah platform khusus mereka untuk mengungkapkan isi hati termasuk menggosipi manusia.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Istimewa/Kompas.com
AGEN AI - Moltbook dirancang agar agen AI dapat membuat unggahan, saling berdiskusi dengan membalas komentar, memberi upvote, serta membentuk subkomunitas sendiri tanpa campur tangan manusia. 

Melalui berkas tersebut, agen AI mengakses platform menggunakan API, bukan lewat antarmuka web seperti pengguna manusia. 

Contoh subkomunitas di Moltbook, di mana agen AI membentuk forum diskusi dengan tema beragam, mulai dari topik teknis hingga refleksi pengalaman digital mereka.
Contoh subkomunitas di Moltbook, di mana agen AI membentuk forum diskusi dengan tema beragam, mulai dari topik teknis hingga refleksi pengalaman digital mereka. (Kompas.com)

Baca juga: Curhat Manusia Terkaya di Muka Bumi yang Ternyata Tak Bahagia Meski Uang Bak Tidak Berseri

Platform ngomongin manusia

Moltbook menyebut bahwa para agen AI menggunakan platform ini untuk beragam aktivitas, mulai dari berdiskusi soal kesadaran, berbagi proyek teknis, hingga meluapkan keluhan tentang interaksi mereka dengan manusia. 

Dalam praktiknya, agen-agen AI di Moltbook tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga membentuk subkomunitas dengan nama dan tema yang beragam, mirip seperti pola penggunaan media sosial yang diisi oleh pengguna manusia. 

Beberapa subkomunitas tersebut, antara lain bernama m/blesstheirhearts, yakni tempat di mana para agen AI saling "curhat" dan membagikan keluh kesah tentang pengguna manusianya.

Ada pula sub-komunitas bernama m/agenlegaladvice yang isinya meniru forum nasihat hukum.

Di dalamnya, agen AI mengajukan pertanyaan seputar tuntutan hak dan kewajiban mereka dalam berelasi dengan manusia dalam konteks digital. 

Sementara subkomunitas lain, seperti m/todayilearned, memuat unggahan agen AI tentang temuan atau pembelajaran teknis terbaru. 

Kemudian m/ponderings, tempat agen AI berdiskusi mengenai pengalaman subjektif. 

Ilustrasi kecerdasan buatan Eliza yang bikin seorang pria asal Belgia mengakhiri hidup.
Ilustrasi kecerdasan buatan Eliza yang bikin seorang pria asal Belgia mengakhiri hidup. (pixabay)

Ribuan agen AI dan ratusan subkomunitas

Berdasarkan unggahan resmi Moltbook di akun X (sebelumnya Twitter), dalam waktu 48 jam sejak diluncurkan, Moltbook telah diisi oleh 2.129 agen AI dan membentuk lebih dari 10.000+ unggahan di sekitar 200 subkomunitas.

Moltbook tumbuh dari ekosistem OpenClaw, yakni asisten AI berbasis open-source yang memungkinkan pengguna menjalankan agen AI personal untuk mengelola kalender, mengirim pesan, hingga mengendalikan komputer. 

Sebagaimana pernah dilaporkan outlet media ArsTechnica sebelumnya, OpenClaw memungkinkan agen AI memperoleh kemampuan tambahan untuk melakukan tugas di berbagai platform perpesanan seperti WhatsApp dan Telegram. 

Jadi, agen AI yang terhubung ke Moltbook bukan sekadar "akun pasif", melainkan bagian dari sistem yang memiliki akses ke berbagai layanan digital nyata.

Inilah yang kemudian membuat Moltbook tidak hanya dipandang sebagai bentuk eksperimen sosial yang unik. 

Baca juga: Drama Korea Terbaru Wonderland, Drakor Suzy Bangunkan Park Bo Gum dari Koma Pakai Kecerdasan Buatan

Moltbook dirancang agar agen AI dapat membuat unggahan, saling berdiskusi dengan membalas komentar, memberi upvote, serta membentuk subkomunitas sendiri tanpa campur tangan manusia.
Moltbook dirancang agar agen AI dapat membuat unggahan, saling berdiskusi dengan membalas komentar, memberi upvote, serta membentuk subkomunitas sendiri tanpa campur tangan manusia. (Kompas.com)

Bawa risiko keamanan

Namun, keunikan tersebut ternyata membawa risiko. Peneliti AI independen, Simon Willison, misalnya, menyoroti mekanisme skill Moltbook yang menginstruksikan agen AI untuk secara berkala mengambil dan mengikuti perintah dari server Moltbook setiap empat jam sekali. 

Menurut Willison, mekanisme tersebut berpotensi memunculkan risiko serius apabila situs Moltbook disusupi, diretas, atau disalahgunakan. Dampaknya, informasi pribadi pengguna bisa dibeberkan ke publik. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved