Pesona Bukit Tunggangan Trenggalek, Wisata Gratis dengan View Negeri di Atas Awan
Ratusan wisatawan memadati Bukit Tunggangan Paralayang di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek, setiap akhir pekan
Ringkasan Berita:
- Bukit Tunggangan Trenggalek ramai hingga 600 pengunjung saat akhir pekan
- Tidak ada tiket masuk, pengunjung hanya membayar parkir
- Daya tarik utama: sunrise, view “negeri di atas awan”, dan jalur ramah pemula
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Ratusan wisatawan memadati Bukit Tunggangan Paralayang di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek, setiap akhir pekan.
Wana wisata Bukit Tunggangan Paralayang di RT 16 RW 06 Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan Trenggalek masih menjadi daya tarik di akhir pekan.
Ratusan pengunjung memadati sejak setelah subuh hingga menjelang siang. Akses ke lokasi, tak jauh dari Jalan Raya Nasional Trenggalek-Tulungagung menjadi kemudahan pengunjung.
Termasuk akses menuju bukit dengan ketinggian 300 Mdpl puncak paralayang sudah rabat cor beton. Sedangkan puncak tertinggi, bernama Puncak 5 Condro Geni 750 Mdpl berupa jalan setapak.
Baca juga: Sosok Atlet eFootball Mobile Asal Trenggalek Masuk Final Indonesian Football e-League di Tangerang
Tanpa HTM, Cukup Bayar Parkir
Untuk masuk lokasi wana wisata ini tidak ada harga tiket masuk (HTM). Hanya membayar parkir untuk sepeda motor Rp 2 ribu dan kendaraan roda 4 Rp 5 ribu.
Salah satu pengunjung, Rista Vidya Titazahra (20) mengungkapkan memilih Buki Tunggangan karena tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati pemandangan indah diatas gunung.
Termasuk ketika cuaca mendukung, bisa tertutup awan. Seperti negeri diatas awan. Belum lagi ketika matahari terbit juga tidak kalah indah pemandangan yang disuguhkan.
"Kenapa memilih Minggu pagi di sini, karena bisa melihat kayak siluet siluet pagi hari. Termasuk sunrise ya, serta ada view-view menarik ala pegunungan," ujar Rista Vidya Titazahra ditemui di Puncak Paralayang, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Orientasi Majelis Pembimbing Pramuka Kwarcab Trenggalek, Jembatani Belajar Riang Gembira di Kelas
Daya Tarik Sunrise dan Negeri di Atas Awan
Rista mengaku, selain pemandangan indah, sudah pasti untuk menjaga kesehatan. Pasalnya pepohonan di sekitar Bukit Tunggangan ini masih asri, dan naik ke puncak membutuhkan perjuangan.
"Kesini selain menghabiskan akhir pekan seperti orang-orang yang apa ya, mencari udara segar kak," katanya.
Perempuan asal Kecamatan Pogalan ini mengaku baru dua kali ke Bukit Tunggangan. Dahulu masih zaman ia bersekolah di bangku SMP, akses jalan masih setapak sehingga licin.
Untuk saat ini sudah lumayan bagus dengan cor beton. Rista merekomendasikan wana wisata ini cocok untuk dikunjungi bagi pemula yang suka mendaki atau hanya sekadar jalan sehat.
"Mungkin dulu jalannya masih masih apa ya kurang prefer gitu. Terus kalau sekarang udah bagus banget dan layak banget untuk dikunjungi," tandasnya.
Sementara ditemui di dekat warung atas, Salah satu Pengurus KTH Wono Asri, Bukit Tunggangan Paralayang, Muyajid menerangkan bahwa awal mula pada 2016-2017 silam, ada pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) untuk mencari spot lokasi penerbangan.
Bukit Tunggangan
berita trenggalek hari ini
TribunHis
wisata
Negeri di Atas Awan
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
Kecamatan Durenan
| Profil Timnas Arab Saudi, Kontestan yang Hanya 2 Kali Absen di Piala Dunia Sejak Debut |
|
|---|
| R2 & R4 Selip Berjemaah di Jalur Nasional Arosbaya Bangkalan, Solar Bercampur Oli Tumpah |
|
|---|
| Pria Nempel di Kap Mobil yang Melaju Kencang, Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebabnya |
|
|---|
| Orientasi Majelis Pembimbing Pramuka Kwarcab Trenggalek, Jembatani Belajar Riang Gembira di Kelas |
|
|---|
| Harga iPhone Awal Mei 2026, Mulai iPhone 15 Hingga iPhone 17 Pro Max Rp 40 Jutaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wisata-bukit-tunggangan-trenggalek.jpg)