Pemprov Aceh Belajar Implementasi Siskeudes Transaksi Non Tunai ke Trenggalek
Pemkab Trenggalek mendapatkan sebuah kehormatan, kali ini menerima kunjungan dari Pemerintah Provinsi Aceh.
Ringkasan Berita:
- Pemkab Trenggalek menerima kunjungan Pemprov Aceh untuk studi tiru penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Transaksi Non Tunai (TNT).
- Trenggalek dipilih karena dinilai lebih berpengalaman setelah menerapkan sistem transaksi non tunai sejak 2024.
- Sistem TNT dinilai membuat pengelolaan keuangan desa lebih praktis, transparan, akurat, dan akuntabel.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek mendapatkan sebuah kehormatan, kali ini menerima kunjungan dari Pemerintah Provinsi Aceh.
Rombongan tersebut untuk study tiru pelaksanaan implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Transaksi Non Tunai (TNT) di Kabupaten Trenggalek.
Sekda Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto menerangkan kendati lebih dahulu menerapkan transaksi non tunai kurang lebih 2 tahun anggaran kebelakang, ini sebagai kegiatan belajar bersama antara kedua daerah itu.
Kunjungan kerja tersebut dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Provinsi Aceh.
"Tentunya ini suatu kehormatan buat kami dan teman-teman dari Aceh ada yang berasal dari beberapa kabupaten," ulas Edy Soepriyanto, di Gedung Bawarasa, Rabu (13/5/2026).
Edy menerangkan melalui study tiru ini akan bersama-sama belajar terkait dengan pelaksanaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Transaksi Non Tunai. Trenggalek sudah mengimplementasikan sejak tahun 2024.
"Jadi belum banyak di Jawa Timur yang menerapkan TNT ini dan Trenggalek sudah lebih dahulu melaksanakannya," paparnya.
Baca juga: Ujian Bela Diri Jadi Syarat Kenaikan Pangkat Personel Polres Trenggalek
Sekda Trenggalek yang tak lama lagi memasuki masa pensiun ini mengaku melalui transaksi non tunai ini, paling tidak kita tidak menggunakan uang tunai.
Dikatakannya, usai penerapan ini, semua dilaksanakan secara non tunai dengan harapan bisa lebih praktis.
"Alhasil lebih terjamin akurasinya serta transparansi pelaksanaannya. Dengan begitu lebih akuntable," pungkasnya.
Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, H. Iskandar mengulas study tiru ini guba melihat pelaksanaan implementasi Transaksi Non Tunai di Trenggalek.
Trenggalek dipilih karena telah melaksanakan sistem ini selama 2 tahun dan itu dianggap lebih berpengalaman oleh Pemerintah Provinsi Aceh.
"Pemilihan Trenggalek juga disarankan dari Kementrian Dalam negeri," ujar Haji Iskandar.
Baca juga: Bupati Mas Ipin Tunggu Gebrakan Novita di Full Season Futsal League: Wadahi Talenta Muda Trenggalek
| GMNI Desak Pemkab Trenggalek Turunkan Tarif PPJ 10 Persen: Bebani Rakyat |
|
|---|
| Prosesi Nyadran Dam Bagong Trenggalek Dimulai, Wabup Syah Harap Dongkrak Ekonomi Warga |
|
|---|
| Dipersoalkan Warga, Camat Pule Diminta Pemkab Trenggalek untuk WFH: Pelayanan Tetap Jalan |
|
|---|
| Pemkab Trenggalek Siapkan Rp47,5 Miliar untuk THR ASN, Target Cair Seluruhnya Sebelum Cuti Bersama |
|
|---|
| Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dibahas, Pemkab Dorong Perlindungan BPJS untuk Semua Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Trenggalek-mendapatkan-kunjungan-kerja-dari-Rabu-1452026.jpg)