Ada Perahu Tambang Terguling, Pakde Karwo Ogah Tutup Perahu Penambangan
Gubernur Jatim Pakde Karwo belum akan menutup layanan jasa perahu tambang di wilayah Jatim. Meski diakui tak berizin, namun ada azas manfaat.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Pakde Karwo belum akan menutup layanan jasa perahu tambang di wilayah Jatim. Meski diakui tak berizin, namun ada azas manfaat.
"Tak perlu kami menutup jasa perahu tambang. Masyarakat butuh. Sebaiknya faktor Kemanan yang harus dijaga," kata Pakde Karwo kepada TribunJatim.com.
Sebenarnya di sepanjang Kali Mas atau sebagian besar kali pembelaj kampung sudah ada jembatan. Memang keberadannya agak sedikit jauh.
"Ada yang sampai 100 meter sehingga warga memilih jasa perahu tambang. Memang efisien waktu," tambah Pakde kepada TribunJatim.com.
Keberadaan perahu tambang di banyak tempat di Jatim sudah sejak dulu. Lebih dulu perahu ketimbang jembatan.
Baca: Perahu Tambang yang Terbalik, Ternyata Tinggal 3 Meter Lagi Sampai Dermaga
Kreativitas warga yang membentangkan tali dan perahu sebagai sarana menyeberang. Semula dari debog (pelepah pisang) ditumpuk. Kemudian berganti bambu.
Kemudian berkembang hingga menjadi perahu saat ini. Cukup membayar recehan sudah bisa menyeberang. Namun diperlukan kewaspadaan tinggi saat Arus deras.
Seperti musim hujan saat ini. Rata-rata perahu terguling karena melebihi beban dan penumpang tidak seimbang.
"Sebaiknya minta bantuan kepala desa dan Babin Kamtibmas untuk menjaga keamanan penyeberangan. Babin Kamtibmas ikut mengawasi," kata Soekarwo.
Pakde mengakui bahwa tidak ada izin untuk operasional perahu tambang. Ada kebijakan tingkat desa untuk layanan jasa perahu penyeberangan ini. (Surya/Nuraini Faiq)