TribunJatim/

Pilkada Serentak 2018

Ingin Jadi Wali Kota Madiun, Dosen Universitas Indonesia ini Pilih Maju Lewat Partai Demokrat

Figur dan tokoh putra daerah yang ingin jadi Wali Kota Madiun mulai berebut daftar sebagai Bacawali maupun Bacawawali lewat Partai Demokrat.

Ingin Jadi Wali Kota Madiun, Dosen Universitas Indonesia ini Pilih Maju Lewat Partai Demokrat
Partai Demokrat 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - DPC Partai Demokrat Kota Madiun telah membuka pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota (Bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (Bacawawali) untuk Pilkada 2018.

Ketua DPC Partai Demkorat, Istono ketika dihubungi membenarkan terkait pendaftaran penjaringan bacawali dan bacawawali oleh DPC Partai Demokrat.

Ia menuturkan, pendaftaran atau pengambilan formulir dibuka seminggu, sejak Sabtu (2/9/2017) hingga Sabtu (9/9/2017) mendatang.

Istono mengatakan, sejak dibuka pada Sabtu (2/9/2017) lalu, sudah ada satu bacawali yang mengambil formulir pendaftaran.

"Yang sudah mengambil formulir Doktor Mahardika," katanya, Senin (4/9/2017) sore.

(Musyafak Noer Jamin PPP Dukung Cagub yang Diinginkan Para Kiai)

Untuk diketahui, Mahardika memiliki nama panjang Harryadin Mahardika dan kini menjabat sebagai Direktur Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI).

Dosen kelahiran Madiun bergelar doktor ini sempat berencana maju melalui jalur independen. Tapi akhirnya memilih mendaftar sebagai Bacawali Kota Madiun dari Demokrat.

Istono menambahkan, Partai Demokrat memang membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin maju menjadi bacawali dan bacawawali. Calon dari latar belakang apapun, baik itu birokrat, sipil, pengusaha dan juga akademisi.

(Gara-gara Aksi ini, Peluang PDIP Usung Ra Momon di Pilkada Bangkalan Sangat Tipis)

"Kami mencari pemimpin yang baik amanah dan bisa bekerja, bukan sekadar sosok birokrat atau pengusaha saja. Yang penting mereka punya kemampuan, punya kepedulian, mereka punya misi mengemban amanat rakyat. Dari kalangan mana pun bisa, monggolah, dari akademisi juga bisa," tegasnya.

Menurutnya, setelah penjaringan selesai dilakukan pihaknya akan melakukan survei untuk mengetahui tingkat popularitas dan alektabilitas masing-masing bakal calon yang akan diusung, dengan menggandeng lembaga survei yang profesional dan akurat.

"Kalau penjaringan selesai dilakukan, nanti tim surveyor akan bekerja. Nah harapan kami, siapa pun silahkan untuk berlag menggaet simpati masyarakat. Nanti akan mengerucut pada hasil survey," imbuh Istono. 

(Demi Ritual Kenali Jati Diri, Guru ini Cabuli Tiga Siswinya di Pinggir Sungai Selama Tiga Malam)

(Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help