TribunJatim/

Aliran Listrik ke Rumah Tiba-tiba Diputus Oleh PLN, Warga di Kediri Mengamuk, Begini Pelampiasannya

Warga menuntut pihak PLN untuk bertanggungjawab terkait pemutusan aliran listrik yang dinilai sepihak.

Aliran Listrik ke Rumah Tiba-tiba Diputus Oleh PLN, Warga di Kediri Mengamuk, Begini Pelampiasannya
SURYA/RORRY NURMAWATI
Puluhan anak-anak yatim piatu dari Villa Doa Yatim Sejahtera membawa celengan untuk membayarkan denda sebagai bentuk tanggungjawab atas tudingan mencuri jaringan listrik kepada PLN Pacet, Mojokerto, Selasa (11/7/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebanyak 41 perwakilan warga Desa Ngadi, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri meluruk kantor PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri berada di Jalan Basuki Rahmad Kediri, Rabu (13/9/2017).

Puluhan warga itu menuntut pihak PLN untuk bertanggungjawab terkait pemutusan aliran listrik secara sepihak.

Mereka merasa sangat dirugikan karena PLN telah memutus aliran listrik semenjak Agustus 2017.

Pemutusan listrik ini dipicu oleh PLN yang menuding warga telah melakukan pencurian listrik.

(Listrik Panti Asuhan Diputus PLN, Anak Yatim Piatu ini Pecah Celengan Demi Bayar Denda Rp 10 Juta)

Warga bersikeras membantah tuduhan dari para pihak PLN itu dan tidak pernah merasa melakukannya.

Kuasa Hukum warga Desa Ngadi, Bagus Wibowo mengatakan gara-gara pumutusan aliran listrik secara membuat aktifitas warga terganggu. Pihaknya, mendesak agar ada tindakan dari PLN terkait persoalan ini.

"Kami menuntut agar PLN Kediri segera dapat menyambungkan kembali listrik ke rumah warga. Sekaligus mengembalikan nama baik warga dari tuduhan pencurian listrik," tegas Bagus Wibowo.

Manager PLN APJ Kediri, Sis Sumarsanto menerima perwakilan warga untuk duduk bersama berdiskusi guna menyelesaikan permasalah ini.

(Mokong Parkir di Tengah Kota Surabaya, Puluhan Kendaraan ini Ditilang dan Digembok)

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help