TribunJatim/

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Mantan WILnya

Setelah terdakwa menjawab mengerti, Ketua Majelis Hakim, Edwin Yudhi Purwanto mengetuk palu, sidang ditunda selama sepekan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Mantan WILnya
(Surya/Rahadian bagus)
Terdakwa mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan JPU di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Madiun, Selasa (31/10/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Surat dakwaan terhadap terdakwa kasus penganiayaan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Madiun, Selasa (31/7/2017).

Dalam dakwaan yang dibacakan Sendhy Pradana, disebutkan sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan terdakwa bernama Hari Puryadi terhadap korban yang merupakan mantan Wanita Idaman Lain (WIL) bernama Hermin Aryuni.

Terdakwa pada 20 Mei 2017 telah melakukan penganiayaan terhadap Hermin. Dari hasil visum, terdapat luka memar pada kepala sebelah kiri berukuran 3x3 sentimeter. Sehingga korban, bernama Hermin Aryuni, melaporkan Hari ke Polsek Sawahan.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, namun tidak ditahan di rutan dan menjalani sebagai tahanan rumah.

Setelah surat dakwaan selesai, Ketua Majelis Hakim, Edwin Yudhi Purwanto menanyakan kepada terdakwa apakah sudah mengerti dengan surat dakwaan terhadap dirinya yang baru saja dibacakan.

"Mengerti atau tidak? Mengenai benar dan tidaknya, silahkan konsultasi dengan kuasa hukum anda," kata Edwin Yudhi Purwanto yang memimpin sidang siang itu.

Setelah terdakwa menjawab mengerti, Ketua Majelis Hakim, Edwin Yudhi Purwanto mengetuk palu, sidang ditunda selama sepekan.

Sidang lanjutan pada Selasa (7/11/2017) mendatang dengan agenda mendengarkan nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa.

Ditemui usai sidang, terdakwa Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Hari Puryadi mengatakan surat dakwaan yang dibacakan tidak benar. Politisi Partai Demokrat ini mengaku justru korban yang memukulnya.

"Nggak benar. Justru saya yang dipukul. Justru saya ditarik sampai saya jatuh, tangan saya retak, sampai kancing baju saya hilang semua. Yang terjadi seperti itu, saya diserang duluan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help